Rabu 24 Aug 2022 12:53 WIB

KemenPUPR: Renovasi TMII Sudah 98 Persen, Anjungan Provinsi Kini tanpa Sekat

KemenPUPR menyatakan renovasi TMII menghabiskan dana hingga Rp 1,08 triliun

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Presiden Joko Widodo (keempat kiri) didampingi Mensesneg Pratikno (kiri) mendengarkan penjelasan dari Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti (kanan) di area panggung budaya saat meninjau revitalisasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakara, Selasa (23/8/2022). Proses revitalisasi TMII itu telah mencapai 98 persen dan TMII direncanakan akan menjadi salah satu lokasi KTT G20.
Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Presiden Joko Widodo (keempat kiri) didampingi Mensesneg Pratikno (kiri) mendengarkan penjelasan dari Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti (kanan) di area panggung budaya saat meninjau revitalisasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakara, Selasa (23/8/2022). Proses revitalisasi TMII itu telah mencapai 98 persen dan TMII direncanakan akan menjadi salah satu lokasi KTT G20.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melakukan peoses renovasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dalam rangka persiapan Presidensi Indonesia pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dan meningkatkan destinasi wisata. Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti menyampaikan kegiatan renovasi TMII dimulai sejak Januari 2022 dengan progres sudah mencapai 98 persen. 

"Kami juga lakukan perbaikan halaman setiap anjungan provinsi yang sebelumnya terkotak-kotak dengan pagar besi beton, sekarang menjadi menyatu tanpa sekat antar anjungan dengan lansekap hijau yang indah dan tertata," kata Diana dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (23/8/2022). 

Dia menjelaskan renovasi TMII dilaksanakan dalam tiga zona dengan total anggaran sebesar Rp 1,08 triliun. Zona 1 dengan tema Indonesia klasih elegan dan geometri di antaranya penataan area gerbang utama, renovasi koridor utama Sasono, plaza utara dan selatan, Plaza Gadjah Mada, Tugu Pancasila, Keong Mas, Sasono Utomo, Sasono Langgeng Budoyo, Sasono Adiguno, Museum Indonesia, dan lantai satu gedung pengelola sebagai gerai UMKM. Zona 2 dengan tema Arsitektur Nusantara, Tradisi, dan Budaya Sulur di antaranya penanganan jalan dan pedestrian kawasan lingkar dalam, Plaza Boulevard Nusantara, amphiteater, dan promenade keliling Danau Archipelego. Zona 3 dengan tema Indonesia Kini Modern di antaranya penanganan jalan dan pedestrian kawasan lingkar luar. 

Baca juga : Menteri Basuki: TMII Dibuka Kembali Oktober 2022

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mendampingi Presiden Joko Widodo meninjau progres renovasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta, Selasa (23/8/2022). Basuki menuturkan penataan kawasan TMII dilakukan agar suasana lebih alami dengan mengadopsi konsep destinasi wisata rakyat. 

Basuki mengatakan terdapat tiga destinasi wisata rakyat di Jakarta yakni Ragunan, Ancol, dan TMII. “Saya pribadi ingin TMII tetap menjadi destinasi wisata rakyat. Masyarakat datang gelar kloso (tikar) makan siang, itu tetap harus ada seperti di tempat wisata Ragunan dan Ancol. Saya juga berharap tarif tidak naik," jelas Basuki. 

Kegiatan renovasi TMII tersebut juga merupakan upaya untuk merawat bangunan lama yang bersejarah dan menjadikannya sebagai ikon baru kebanggaan Indonesia. Seperti halnya renovasi kawasan Stadion Gelora Bung Karno (GBK) yang sudah dilakukan Kementerian PUPR pada 2018 lalu dalam rangka persiapan Asian Games XVIII di Jakarta. 

Baca juga : TMII Direvitalisasi, Jokowi Minta Harga Tiket tak Mahal

Presiden Jokowi menuturkan TMII merupakan kawasan taman wisata yang merangkum ragam budaya bangsa Indonesia dan kebhinekaan yang tidak dimiliki oleh negara lain. Selain itu, sejak dibangun pada 1975 belum pernah dilakukan renovasi secara besar-besaran. 

"Kita harapkan setelah direnovasi akan menjadi sebuah Taman Mini Indonesia untuk tujuan wisata masyarakat domestik dan juga wisatawan mancanegara. Saya pesan tarifnya jangan mahal-mahal, rakyat harus tetap bisa menikmati TMII," ucap Jokowi. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement