Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Sejarah Hari Ini: Presiden Brasil Tewas Bunuh Diri

Rabu 24 Aug 2022 08:00 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Friska Yolandha

Seorang tentara dengan kendaraan lapis baja adalah bagian dari konvoi militer yang diparkir di luar Esplanade Kementerian setelah diarak oleh istana kepresidenan di Brasilia, Brasil, Selasa, 10 Agustus 2021. Pada 24 Agustus 1954, Presiden Brasil Getulio Vargas tewas bunuh diri.

Seorang tentara dengan kendaraan lapis baja adalah bagian dari konvoi militer yang diparkir di luar Esplanade Kementerian setelah diarak oleh istana kepresidenan di Brasilia, Brasil, Selasa, 10 Agustus 2021. Pada 24 Agustus 1954, Presiden Brasil Getulio Vargas tewas bunuh diri.

Foto: AP/Eraldo Peres
Vargas meninggalkan pesan kematian yang dibacakan dua jam setelah tubuhnya ditemukan.

REPUBLIKA.CO.ID, BRASILIA -- Pada 24 Agustus 1954, Presiden Brasil Getulio Vargas tewas bunuh diri. Kematiannya terjadi beberapa jam setelah presiden mengundurkan diri dari jabatannya di tengah krisis politik yang semakin dalam kala itu.

Ia ditemukan oleh putranya di apartemen pribadinya pada pukul 08.30 waktu setempat. Vargas menembak dirinya sendiri tepat di jantung.

Baca Juga

Dilansir laman BBC History, Rabu (24/8/2022), ia meninggalkan catatan bunuh diri yang sangat emosional yang disiarkan di radio nasional hanya dua jam setelah tubuhnya ditemukan meninggal. Di dalam surat itu ia mengeluhkan usahanya untuk membebaskan rakyat Brasil terhambat oleh kepentingan asing yang ditudingnya sebagai penyebab krisis ekonomi yang mencengkeram bangsa.

"Tidak ada yang tersisa kecuali darahku. Aku memberimu hidupku, sekarang aku memberimu kematianku. Aku memilih cara ini untuk membelamu, karena jiwaku akan bersamamu, namaku akan menjadi bendera perjuanganmu." tulis surat tersebut.

"Saya mengambil langkah pertama menuju keabadian. Saya meninggalkan kehidupan untuk memasuki sejarah." tulis Vargas di akhir wasiatnya.

Kematian presiden juga terjadi pada saat kerusuhan serius di negara itu. Inflasi berada pada titik tertinggi sepanjang masa dan kenaikan upah tidak sejalan dengan harga.

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA