Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

Kota Sorong Bentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting

Sabtu 20 Aug 2022 00:00 WIB

Red: Ilham Tirta

ilustrasi Stunting

ilustrasi Stunting

Foto: Republika/Mardiah
Tim percepatan penurunan sunting Kota Sorong telah terbentuk hingga tingkat distrik.

REPUBLIKA.CO.ID, SORONG -- Pemerintah Kota Sorong, Provinsi Papua Barat membentuk tim percepatan penurunan stunting guna mewujudkan program strategi nasional penurunan angka kekerdilan hingga 14 persen pada 2024. Kepala BKKBN Perwakilan Papua Barat, Philmona Maria Yarollo mengatakan, tim percepatan penurunan sunting Kota Sorong telah terbentuk hingga tingkat distrik dan kelurahan.

Dia menjelaskan, tim percepatan penurunan stuntingKota Sorong tidak hanya instansi terkait yakni Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana tetapi seluruh organisasi perangkat daerah terlibat dalam tim. "Sebab penyebab stunting bukan hanya satu sektor saja banyak faktor sehingga membutuhkan kolaborasi semua dinas atau instansi agar program atau aksi penanganan yang dilakukan berjalan baik dan efektif," kata dia di Sorong, Jumat (19/8/2022).

Baca Juga

Contohnya, kata dia, salah satu penyebab stunting adalah keterbatasan mengkonsumsi air bersih. Masih banyak masyarakat yang belum menikmati air bersih.

Dikatakan bahwa masalah air bersih tersebut bukan urusan Dinas Kesehatan maupun Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana sehingga harus berkolaborasi dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk membangun fasilitas air bersih bagi masyarakat.

Kolaborasi dilakukan agar program atau aksi penanganan stunting berjalan efektif sehingga dapat mendorong terwujudnya target nasional penurunan stunting hingga 14 persen pada 2024.

Dia berharap agar tim bekerja dengan semangat, serius dan bertanggung jawab demi menyelamatkan generasi Papua Barat yang berkualitas dan menjadi harapan bangsa di masa yang akan datang.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA