Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

Ketahanan Pangan Indonesia Siap untuk Hadapi Isu Pangan Global

Sabtu 20 Aug 2022 05:55 WIB

Red: Nidia Zuraya

Stok beras di gudang Bulog. Ilustrasi

Stok beras di gudang Bulog. Ilustrasi

Foto: Edi Yusuf/Republika
Stok beras saat ini cukup untuk menghadapi potensi kenaikan harga pangan global.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Divisi Pengadaan Komoditi Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Budi Cahyanto mengatakan Indonesia memiliki tingkat ketahanan pangan yang cukup baik dalam rangka menghadapi isu pangan global. "Apa upaya Indonesia dalam menghadapi isu pangan global? Saya bisa menyampaikan bahwa Indonesia siap menghadapi hal tersebut," ujar Budi di Jakarta, Jumat (19/8/2022).

Hal ini dikarenakan Bulog meyakini dengan kondisi pangan nasional yang cukup, terutama beras sebagai konsumsi utama pangan terbesar di Indonesia. Masalah pangan adalah masalah yang harus ditangani dan disediakan saat ini, katanya, sehingga keterkaitan dengan stok beras cukup untuk menghadapi potensi kenaikan harga pangan global.

Baca Juga

Sedangkan produk pangan lainnya seperti jagung juga dalam kondisi stok yang siap, dimana jagung akan dikonsumsi untuk kebutuhan pakan ternak. "Saya ingin menyampaikan bahwa Indonesia sekarang juga berada dalam pusaran potensi kenaikan harga pangan dunia. Namun, Insya Allah dengan kondisi produksi yang memiliki potensi kestabilan, pada waktu paling tidak tahun depan dan tahun berikutnya, saya pikir hal ini tidak terlalu mengkhawatirkan," kata Budi.

Dalam kesempatan sama Ketua Dewan Pakar DPP Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Agus Pakpahan mengatakan semua pihak harus bisa mengambil manfaat dari keunikan Indonesia. "Dalam ideologi, Indonesia memiliki keunikan yakni Pancasila yang mempersatukan Indonesia. Dalam sektor pangan, harusnya kita memanfaatkan keunikan yang ada di Indonesia yakni kondisi tropis, keanekaragaman hayati, budaya, dan kondisi geografis sebagai negara kepulauan," kata Agus.

Oleh karena itu kebijakan publik yang ada, baik itu untuk produsen maupun konsumen, harus bisa menjadi pembelajaran dalam konsumsi pangan berdasarkan keunikan yang dimiliki Indonesia khususnya keanekaragaman hayati.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA