Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

Ketum PPP Suharso Minta Maaf dan Akui Salah dalam Mengambil Ilustrasi

Jumat 19 Aug 2022 19:05 WIB

Red: Gita Amanda

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa meminta maaf usai video yang berisi dirinya sedang pidato di KPK beredar di media sosial. (ilustrasi).

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa meminta maaf usai video yang berisi dirinya sedang pidato di KPK beredar di media sosial. (ilustrasi).

Foto: Prayogi/Republika.
Suharso menyesalkan ada pihak yang sengaja mencuplik sepotong dari sambutannya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Suharso Monoarfa, meminta maaf usai video yang berisi dirinya sedang pidato di KPK beredar di media sosial, Jumat (19/8/2022). Permintaan maaf ini disampaikan Ketum secara terbuka usai menghadiri acara Sekolah Politik yang digelar selama dua hari bagi kader PPP di Bogor.

“Saya menyesalkan ada pihak yang dengan sengaja mencuplik sepotong dari sambutan saya pada acara Politik Identitas Cerdas Berintegritas yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin, 15 Agustus 2022 lalu, cuplikan yang sepotong itu menjadi di luar konteks dan membentuk opini negatif,” ujar Ketum PPP itu dalam siaran persnya, Jumat (19/8/2022).

Baca Juga

Ketum menekankan bahwa sambutannya tidaklah berdiri sendiri. Selain merespon atas apa yang disampaikan oleh Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, Ketum juga berusaha menyambungkan dengan apa yang telah dipresentasikan oleh Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat Wawan Wardhiana.

Menurutnya, Kiai Ghufron menekankan bahwa dengan mengikuti acara Politik Cerdas Berintegritas, diharapkan peserta menetapkan dirinya agar jangan terbawa ikut-ikutan mengandalkan “keuangan yang maha kuasa” dan meninggalkan “Ketuhanan yang Maha Esa”. Terlebih Partai Persatuan Pembangunan yang berazaskan islam.

Sementara itu, Ketum menuturkan bahwa Pak Wawan Wardhiana mengingatkan dengan sebuah idiom “bukan membenarkan hal yang biasa, melainkan membiasakan hal yang benar”.

“Itu pesan-pesan yang ingin saya tangkap dan ingin saya ulang dan garis bawahi. Sama sekali saya tidak ada maksud untuk menyalahkan siapapun,” ujar Ketum Suharso.

“Saya akui ilustrasi dalam sambutan itu adalah sebuah kekhilafan dan tidak pantas saya ungkapkan,” tabahnya.

Ketum mengakui bahwa mestinya ada cara lain, bukan dengan mengungkapkan ilustrasi yang justru mengundang interpretasi yang keliru, dan apalagi dipotong-potong.

“Untuk itu saya mohon dibukakan pintu maaf yang seluas luasnya,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, sekolah politik merupakan salah satu program PPP untuk kadernya menghadapi pemilihan umum tahun 2024. Tujuannya yakni agar para kader memiliki wawasan yang lebih baik tentang PPP dan Politik pada umumnya.

Pelaksanaan Sekolah Politik PPP angkatan ke 5 ini diikuti oleh Ketua dan Sekretaris 55 DPC PPP. Hadir dalam pembukaan Waketum Zainut Tauhid Saadi, Waketum Ermalena, Sekjen Arwani Thomafi, Sekretaris Fraksi PPP DPR Ahmad Baidhowi, Wasekjen Idy Muzayyad, Wasekjen Chairunnisa, Sekjen AMK Ainul Yaqin.

Hadir juga Kepala Sekolah DR Endin Soefihara dan Sekretaris Majlis Pakar DPP Aunur Rofiq. Akan hadir sebagai nara sumber Ketua Majlis Pertimbangan DPP H Muhamad Mardiyono, Ketua Majlis Syariah KH Mustofa Aqil Siraj, Waketum Arsul Sani dan Waketum Amir Uskara.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA