Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

Kebakaran Menimpa Pabrik Aluminium Foil di Gunung Putri

Jumat 19 Aug 2022 11:34 WIB

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Erik Purnama Putra

Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar pabrik paralon di Kosambi, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Jumat (15/7/2022).

Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar pabrik paralon di Kosambi, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Jumat (15/7/2022).

Foto: ANTARA/Fauzan
Petugas mengalami kendala dalam pemadaman karena sumber air yang minim.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Sebanyak 20 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) diterjunkan untuk menjinakkan api yang melahap pabrik aluminium foil di Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jumat (19/8/2022) pagi WIB. Jumlah unit damkar diperkirakan akan terus ditambah untuk mempercepat pemadaman.

"Sementara ini yang sudah kita turunkan perkiraan 20 unit. Untuk saat ini masih ada penambahan bantuan dari sektor-sektor lain. Karena seperti kita lihat sendiri, asap hitam pekat masih supaya tidak terkena dampak oleh warga," kata Komandan Regu Damkar Citeureup, Hendra kepada wartawan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat.

Hendra mengatakan, petugas mengalami kendala dalam pemadaman karena sumber air yang minim di lokasi pabrik yang terbakar. Sehingga, petugas harus meminta sumber air dari pabrik lainnya yang memiliki hydrant dan kolam air.

Selain itu, sambung dia, di sekitar lokasi pabrik juga banyak rumah penduduk. Rumah warga sekitar pabrik juga terdampak oleh panasnya kobaran api sehingga harus diantisipasi oleh petugas agar api tidak merambat.

Hendra mengatakan, hanya mobil unit kecil saja yang bisa masuk ke pemukiman warga. Sementara unit mobil besar digunakan untuk memadamkan api di tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran. "Berdampak ke rumah warga yang terkontaminasi panas. Nah itu kita backup juga, karena kalau tidak dibackup akan menyambar ke semua titik. Karena rumah padat, hampir tidak ada jarak," ujarnya.

Hingga saat ini, Hendra belum mengetahui secara pasti penyebab dari kebakaran tersebut. Sejauh ini, belum dilaporkan adanya korban jiwa dalam kebakaran tersebut. "Tidak ada (korban), sementara yang saya ketahui belum ada korban. Indikasi awal masih dalam tahap penyelidikan, jadi kita belum bisa menafsirkan penyebabnya (kebakaran)," ucapnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA