Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

Perayaan HUT Ke-77 RI di KBRI Tunisia Refleksikan Pesan Bung Karno untuk Dunia

Jumat 19 Aug 2022 11:23 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Upacara HUT ke-77 RI di KBRI Tunisia. Dalam sambutannya, Dubes RI untuk Tunisia mengutip pernyataan Soekarno untuk Indoneia dan dunia.

Upacara HUT ke-77 RI di KBRI Tunisia. Dalam sambutannya, Dubes RI untuk Tunisia mengutip pernyataan Soekarno untuk Indoneia dan dunia.

Foto: Dok Istimewa
KBRI Tunisia menggelar sejumlah kegiatan meriahkan perayaan HUT ke-77 RI.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— KBRI Tunis menggelar upacara HUT ke-77 RI di Wisma Dubes RI. Upacara dipimpin langsung oleh Duta Besar RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi dan dihadiri WNI yang tersebar di seantero Tunisia.

Di samping itu, digelar berbagai macam perlombaan dari pagi hingga sore hari, yang diakhiri dengan upacara penurunan bendera Merah Putih.  

Baca Juga

Di antara perlombaan yang dipertandingkan, yaitu lomba lari karung, tarik-tambang, joget bola, kursi-panas, karaoke, dan juga dimeriahkan stand up comedy.  

Dubes Zuhairi Misrawi menegaskan, bahwa momen HUT Kemerdekaan RI ke-77 adalah momen syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Dalam pidatonya, Zuhari mengingatkan pesan presiden pertama RI, Soekarno. “Pada hari yang bersejarah ini, hendaknya kita bersyukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Bung Karno mengingatkan kita semua, bahwa negeri ini pada hakikatnya adalah rahmat Tuhan kepada kita semua, yang harus dirawat dengan cara menjaga persatuan dan menjadikan negeri ini berkemajuan. Sebab itu, kami setelah upacara pengibaran bendera Merah-Putih, melakukan poteng tumpeng sebagai tanda syukur kepada Tuhan", ujar Dubes RI kader PDI Perjuangan ini.

Selain itu, Dubes Zuhairi Misrawi menegaskan, bahwa perayaan HUT RI ke-77 diisi dengan berbagai perlombaan untuk mengisi dengan kegembiraan bersama.

"Pada hari ini, kita juga riang gembira bersama. Di dalam kebersamaan selalu ada kegembiraan dan kebahagiaan. Semoga kita terus bisa merawat dan menjaga kebersamaan, sebab kebersamaan merupakan modal untuk bangkit lebih kuat di masa-masa mendatang," ujar dia.   

Dalam rangkaian kegiatan HUT Kemerdekaan RI ke-77 KBRI Tunis, Dubes RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi menjelaskan filosofi dan makna kemerdekaan RI di TV Wataniya, jaringan televisi terbesar di Tunisia (18/8). Dia menegaskan, bahwa kemerdekaan RI merupakan jembatan emas bagi Indonesia dan dunia.

Dia mengatakan kemerdekaan merupakan berkah dan rahmat Tuhan yang sangat besar bagi Indonesia dan dunia. Sebab itu, setelah Indonesia merdeka dari penjajah, Bung Karno langsung membantu negara-negara yang masih terjajah untuk meraih kemerdekaannya.

Visi kemerdekaan kita sangat inspiratif, karena meniscayakan kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Sebab itu, Bung Karno menjadi ikon negara-negara Asia-Afrika dalam memperjuang hak mereka untuk merdeka dan berdaulat secara politik," kata dia.

Zuhairi menjelaskan perihal peran Bung Karno dalam membantu dan mendukung penuh kemerdekaan Tunisia. Habib Bourgaiba berkunjung ke Indonesia pada 1951 untuk berjumpa Bung Karno dan meminta dukungan dari Indonesia untuk kemerdekaan Tunisia. Bung Karno langsung merespons dengan cepat, pada 1952 membuka 'Kantor Tunisia' di Jakarta, bendera Tunisia pun dikibarkan, serta berperan aktif dalam menggalang dukungan dari berbagai negara untuk kemerdekaan Tunisia.

“ Itu maknanya, kita memaknai kemerdekaan dalam konteks yang lebih luas, untuk kemerdekaan negara-negara yang terjajah," ujar Dubes RI yang juga akrab dikenal sebagai Cendekiawan Nahdlatul Ulama.

Dubes Zuhairi juga menambahkan, bahwa Bung Karno semakin memperkokoh visinya dengan menggelar Konferensi Asia-Afrika pada 1955 di Bandung untuk menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung kemerdekaan negara-negara Asia-Afrika.

"Alhamdulillah, seluruh negara Asia-Afrika dapat meraih kemerdekaannya. Nama Bung Karno harum di berbagai belahan dunia, khususnya di Tunisia, karena perannya sangat sentral dalam mewujudkan kemerdekaan negara-negara Asia-Afrika,” tutur Zuhairi.  

Sebab itu, menurut Zuhairi, merayakan kemerdekaan RI pada hakikatnya merayakan kemerdekaan dari penjajahan dan diplomasi persahabatan Indonesia dengan negara-negara sahabat.

“Oleh karena itu, hubungan bilateral Indonesia-Tunisia, semoga semakin kokoh di masa mendatang dan membawa kemaslahatan bagi kedua negara," kata dia.     

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA