Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

Satgas: Karakteristik Covid-19 Makin Kompleks

Jumat 19 Aug 2022 10:31 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Ratna Puspita

Juru Bicara Pemerintah untuk  Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.

Foto: tangkapan layar
Satgas mengingatkan masyarakat untuk mempertebal lapisan proteksi terhadap Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan seluruh masyarakat untuk mempertebal lapisan proteksi terhadap penularan virus Covid-19. Wiku berharap, masyarakat mencermati beberapa fenomena kembalinya seseorang terinfeksi Covid-19 setelah divaksinasi maupun sudah sembuh.

"Hal ini karena semakin kompleksnya karakteristik virus Covid-19 yang terus berubah maka semakin besar pula proteksi yang dibutuhkan," kata Wiku dalam keterangan persnya dikutip dari saluran Youtube Sekretariat Presiden, Jakarta, Jumat (19/8/2022).

Baca Juga

Wiku mengatakan, dibutuhkan dua modal penting, yakni modalitas kolektif dan modalitas individu, untuk memproteksi dari ancaman penularan Covid-19 dan segera pulih lebih cepat. Modalitas kolektif didapat melalui kekebalan komunitas dari vaksinasi dan infeksi alamiah.

Meskipun hasil Sero Survei Juli 2022 menunjukkan 98,7 persen masyarakat sudah memiliki antibodi, antibodi memiliki jangka waktu terbatas. "Sehingga diperlukan penguat agar keduanya tetap cukup di dalam tubuh sehingga vaksinasi booster menjadi penting untuk setiap orang yang memenuhi kriteria yang ditetapkan," kata Wiku.

Wiku mengatakan, modalitas kolektif juga didapat dengan memanfaatkan stok vaksin yang ada. Karena itu, pemerintah daerah diminta untuk terus mengawasi pendistribusian vaksin beserta kualitasnya sebelum disuntikkan kepada masyarakat.

Sementara, masyarakat juga diharapkan untuk terus proaktif melakukan vaksinasi dosis lengkap hingga booster. "Datangi sentra vaksinasi untuk dibooster sesuai jadwal yang telah ditetapkan sejak penyuntikan vaksin terakhir karena target kita adalah pemenuhan dosis vaksin terlengkap," kata Wiku.

Modalitas kolektif ketiga, kata Wiku, dengan memanfaatkan ketersediaan pengobatan dan pelayanan. Mulai dengan memeriksakan diri seperti testing saat merasa bergejala atau kontak erat, maupun pelayanan perawatan serta pengobatan saat sakit dan pascasembuh untuk mencegah efek samping Covid-19 atau long Covid-19. Modalitas kolektif keempat dengan mendukung implementasi kebijakan Covid-19 mulai dari mobilitas, protokol kesehatan maupun vaksinasi. 

Sementara itu, modalitas individu didapat dengan budaya perilaku hidup bersih dan sehat dalam berbagai aktivitas, berolahraga, tidur yang cukup, menjaga kondisi kejiwaan yang baik serta menerapkan protokol kesehatan 3M. Lalu, proteksi maksimal kepada populasi berisiko atau rentan terinfeksi seperti orang yang tidak bisa divaksinasi karena alasan kesehatan, penderita komorbid, atau orang yang sudah divaksinasi tetapi belum lengkap.

Hal tersebut termasuk bagi mereka yang belum divaksin dan telah melampaui jadwal penyuntikan dosis lanjutan. "Untuk itu perlu adanya proteksi maksimal yang dilakukan saat beraktivitas misalnya menjauhi keramaian maupun penggunaan masker dua lapis," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA