Friday, 8 Jumadil Awwal 1444 / 02 December 2022

Tanda Anda Pernah Kena Covid-19 tanpa Menyadarinya

Jumat 19 Aug 2022 05:00 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Reiny Dwinanda

Seorang pria sedang menyeka hidungnya saat flu. Orang bisa kena Covid-19 tanpa menyadarinya. (ilustrasi).

Seorang pria sedang menyeka hidungnya saat flu. Orang bisa kena Covid-19 tanpa menyadarinya. (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com.
Ada orang yang ken Covid-19 dan sembuh tanpa menyadarinya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Covid-19 sudah ada bersama kita lebih lama dari yang kita duga. Jadi, ada kemungkinan seseorang terinfeksi virus SARS‑CoV‑2 dan pulih darinya tanpa menyadari itu. Ada beberapa tanda yang dapat menunjukkan hal tersebut.

Flu berat

Baca Juga

Memang bukan hal yang aneh untuk masuk angin selama musim tak menentu. Akan tetapi, jika mengalaminya pada akhir 2019 atau awal 2020, ada kemungkinan flu tersebut sebenarnya adalah Covid-19.  

Salah satu cara membedakannya adalah bahwa Covid-19 dapat bertahan sekitar dua pekan atau lebih. Sementara, flu dan pilek biasa lazimnya hanya berlangsung beberapa hari. Tidak seperti flu, Covid-19 juga dibarengi demam dan kesulitan bernapas.

Sesak napas

Sesak napas biasanya bukan gejala pilek atau flu. Sensasi dada tertekan hingga sukar menarik napas adalah hal yang biasa terjadi pada pasien Covid-19. Itu mungkin terasa seperti kecemasan atau serangan panik, namun sesak karena Covid-19 berlangsung lebih lama bersama gejala seperti flu.

Batuk kering

Apabila mengalami batuk kering yang lama sembuhnya, bisa jadi itu adalah gejala Covid-19. Itu akan berbeda dengan batuk yang disebabkan oleh flu. Batuk akibat Covid-19 awalnya ringan, tetapi kemudian memburuk selama lima hingga tujuh hari berikutnya.

Mata merah

Selama pandemi, kita telah diberi tahu untuk sering mencuci tangan dan menghindari menyentuh wajah. Salah satu alasannya adalah Covid-19 dapat memengaruhi mata. Jika mengalami konjungtivitis (mata merah), mata berair, atau penglihatan kabur, itu mungkin disebabkan oleh virus corona.

Jantung berdebar-nyeri dada

Covid-19 juga dapat memengaruhi jantung, baik palpitasi jantung (jantung berdebar dengan kencang atau ada detak ekstra) maupun nyeri dada. Semua hal ini dapat terjadi bahkan setelah virus hilang dari tubuh, dua pekan pada kasus ringan atau enam pekan pada kasus yang lebih serius.

Kelelahan

Merasa sangat lelah adalah gejala umum lain dari Covid-19. Jadi, jika Anda mengalami kelelahan ekstrem yang tidak membaik dengan banyak tidur, itu bisa jadi pertanda infeksi virus. Hal sama bisa terulang berhari-hari dan terkadang berpekan-pekan kemudian.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA