Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

Terus Dorong Ekonomi Digital, Erick Thohir: Anak Muda Kita Jangan Hanya Jadi Penonton

Kamis 18 Aug 2022 17:50 WIB

Red: Budi Raharjo

Menteri BUMN Erick Thohir (tengah).

Menteri BUMN Erick Thohir (tengah).

Foto: ANTARA/Dhemas Reviyanto
Digitalisasi merupakan hal yang tidak bisa dihindari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Menteri BUMN Erick Thohir berjanji akan terus mendukung perkembangan ekonomi digital di Indonesia. Potensi ekonomi digital yang mencapai Rp 4.500 triliun di tahun 2030 akan makin menguatkan ekonomi nasional di masa depan. Erick meminta generasi muda ikut membangun ekosistem digital dan jangan hanya menjadi penonton.

"Saya sudah arahkan bank-bank negara, seperti BRI, Mandiri, dan BNI perkuat dan bangun ekosistem keuangan digital sesuai spesialisasi. Ada Telkom yang siapkan infrastruktur digital seperti fiber optic, cloud. Lalu ada Telkomsel yang terus mendorong munculnya agregator konten. Jadi kami sudah siapkan semua," ujar Erick Thohir di Jakarta, Kamis (18/8).

Ia menambahkan, bahwa digitalisasi merupakan hal yang tidak bisa dihindari. "Karena itu, kita harus bangun ekosistemnya supaya kita yang jalankan sekaligus menguasai. Itulah mengapa bank terus besarkan bank digital dengan mengedukasi masyarakat sehingga mulai dari UMKM hingga pedagang pasar semua terlibat dalam membangun ekosistem digital nasional hingga level terbawah."

Saat ini, bank-bank milik negara terus giat melakukan transaksi ekonomi digital di berbagai lapisan masyarakat. BRI, misalnya, diarahkan pada masyarakat rural dan pedesaan. Sementara Bank Mandiri menyasar level ekonomi bawah di perkotaan, seperti para pedagang di pasar dan warung makan. BNI berfokus ke luar negeri untuk dapat melayani para pekerja migran Indonesia yang berjumlah total 9 juta orang.

"Bagi industri perbankan, masyarakat bawah, UMKM, dan sektor ultra mikro merupakan nasabah masa depan yang terus berkembang. Jika sekarang sektor itu baru 20% menggunakan transaksi digital, maka harus terus digencarkan edukasi dan sosialisasi sehingga secara proporsional harus bisa mencapai 50%," ujar Erick.

Atas dasar itu, Erick meminta generasi muda terus menyiapkan diri menghadapi perkembangan digitalisasi. Disrupsi digital, kata dia, akan menumbuhkan pekerjaan baru, tetapi banyak juga yang hilang. BUMN, kata Erick, sudah menyiapkan pembiayaan dan pendampingan. 

Mengutip sebuah riset, Erick melanjutkan, ada 70% anak muda Indonesia ingin menjadi entrepreneur. “Kita canangkan Merah Putih Fund dan juga ada lima BUMN yang siap bantu mereka. Dana itu bisa membantu startup pemula untuk mandiri. Peluang ini harus mereka ambil," ujar Erick.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA