Kamis 18 Aug 2022 15:11 WIB

Turki dan Israel Pulihkan Hubungan Diplomatik 

Kedua negara akan kembali menunjuk duta besar sebagai perwakilan masing-masing.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Friska Yolandha
Turkish Foreign Minister Mevlut Cavusoglu, right, and Israeli Foreign Minister Yair Lapid pose for photos before their talks, in Ankara, Turkey, June 23, 2022.
Foto: Necati Savas, Pool Photo via AP
Turkish Foreign Minister Mevlut Cavusoglu, right, and Israeli Foreign Minister Yair Lapid pose for photos before their talks, in Ankara, Turkey, June 23, 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Israel dan Turki telah resmi memulihkan hubungan diplomatik penuh. Kedua negara akan kembali menunjuk duta besar sebagai perwakilan masing-masing.

Dalam percakapan via telepon pada Rabu (17/8/2022) malam, Perdana Menteri Israel Yair Lapid dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saling mengucapkan terima kasih atas pemulihan hubungan diplomatik tersebut. Lapid menilai, hal itu akan menghasilkan banyak prestasi, terutama di bidang perdagangan dan pariwisata.

Baca Juga

“Ini akan tercermin dalam dimulainya kembali penerbangan Israel ke Turki dan pertemuan Komisi Ekonomi Gabungan di Israel pada September mendatang,” kata kantor perdana menteri Israel dalam sebuah pernyataan, dikutip laman Ynet News.

Erdogan dan Lapid pun sama-sama menekankan tentang pentingnya hubungan Israel-Turki untuk menjaga stabilitas regional. Sementara itu, Presiden Israel Isaac Herzog turut menyambut pemulihan hubungan diplomatik dengan Turki.

“Saya memuji pembaruan hubungan diplomatik penuh dengan Turki, perkembangan penting yang telah kami pimpin selama setahun terakhir, yang akan mendorong hubungan ekonomi yang lebih besar, pariwisata bersama, serta persahabatan antara masyarakat Israel dan Turki," tulis Herzog lewat akun Twitter resminya.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan, meski telah memulihkan hubungan diplomatik dengan Israel, Turki akan tetap mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. Pada awal Maret lalu, Erdogan menyampaikan, dia ingin menghidupkan kembali dialog politik dengan Israel. Hal itu diumumkan saat Presiden Israel Isaac Herzog melakukan kunjungan bersejarah ke Turki pada 9 Maret lalu. "Tujuan bersama kami dengan Israel adalah untuk menghidupkan kembali dialog politik antara negara kami berdasarkan kepentingan bersama, menghormati kepekaan timbal balik," kata Erdogan dalam konferensi pers bersama Herzog, dikutip Anadolu Agency.

Erdogan mengungkapkan, kunjungan Herzog ke Turki akan menjadi titik balik baru dalam hubungan bilateral Ankara dan Tel Aviv. Menurut dia, penguatan relasi dengan Israel penting bagi stabilitas serta perdamaian regional.

Oleh sebab itu, Erdogan menekankan kepada Herzog tentang pentingnya mereduksi ketegangan di kawasan, termasuk menjaga visi solusi dua negara terkait konflik dengan Palestina. “Ada di tangan kita untuk berkontribusi pada pembentukan kembali budaya perdamaian, ketenangan, dan koeksistensi di wilayah kita,” ucapnya.

Hubungan Turki dan Israel membeku setelah peristiwa penyerangan kapal Mavi Marmara pada Mei 2010. Mavi Marmara adalah satu dari enam kapal yang bertolak dari Turki untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Sebanyak 10 warga sipil Turki tewas dalam aksi penyerangan Israel ke kapal tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement