Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

Impact NFT Pendidikan akan Danai Pendidikan Siswa Kurang Mampu

Kamis 18 Aug 2022 08:27 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Andi Nur Aminah

Ketua Yayasan DANAdidik, Januar Sudharsono, dan CEO Ganara Art, Tita Djumaryo, dalam peluncuran NFT pendidikan di Jakarta, Rabu (17/8/2022). Pendapatan dari NFT pendidikan pertama di Indonesia itu untuk mendanai pendidikan siswa kurang mampu di Indonesia.

Ketua Yayasan DANAdidik, Januar Sudharsono, dan CEO Ganara Art, Tita Djumaryo, dalam peluncuran NFT pendidikan di Jakarta, Rabu (17/8/2022). Pendapatan dari NFT pendidikan pertama di Indonesia itu untuk mendanai pendidikan siswa kurang mampu di Indonesia.

Foto: Republika/Ronggo Astungkoro
Impact NFT bisa jadi suatu hal berbeda bagi mereka yang mengikuti gerakan sosial.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Impact NFT pendidikan pertama di Indonesia yang memiliki dampak ke pendidikan tinggi diluncurkan. Gerakan tersebut dilakukan atas dasar keprihatinan akan jumlah mahasiswa yang tidak mampu mengenyam pendidikan tinggi di Indonesia. 

Berdasarkan data Bank Dunia pada 2017, hanya 16 persen generasi muda di Indonesia yang mengenyam pendidikan tinggi, jauh di bawah rata-rata G20, yakni 38 persen. "Gagasan bahwa seni, melalui NFT, dapat membantu orang lain memperoleh pendidikan tinggi dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik adalah inspirasi bagi kami. Seni dapat menjadi jalan untuk mengatasi kesenjangan pendidikan di seluruh negeri. Kami bangga dapat mendukung gerakan ini dengan cara yang berarti," kata CEO Ganara Art, Tita Djumaryo, di Jakarta, Rabu (17/8/2022).

Baca Juga

Ada sebanyak 111.111 impact NFT yang dapat dibeli di laman Purpose. Pendapatan dari impact NFT tersebut akan digunakan untuk mendanai pendidikan tinggi siswa kurang mampu di Indonesia dan juga untuk mendukung seniman dan biaya pemasaran dari proyek tersebut. NFT yang diharapkan memberikan dampak sosial itu bisa dibeli langsung dengan menggunakan kartu kredit.

Titi menerangkan, impact NFT tersebut juga dapat menjadi suatu hal yang berbeda bagi mereka yang mengikuti gerakan sosial. Biasanya, seseorang akan mendapatkan sertifikat, tapi melalui gerakan kali ini, mereka akan mendapatkan NFT. Kesempatan ini juga dia jadikan untuk mengajak semua pihak yang hendak berdonasi untuk ikut masuk ke "dunia baru" tersebut.

"Biasanya kalau orang ikut sebagai suatu gerakan sosial gitu ya mungkin dapatnya sertifikat atau apa, ini dapatnya NFT. Karena sekarang lagi booming banget, jadi kita juga mengajak temen-teman yang memang biasa berdonasi untuk ikut masuk ke dunia yang baru ini," kata dia.

Sementara itu, Ketua Yayasan DANAdidik, Januar Sudharsono, mengatakan, pihaknya menyasar orang-orang yang pernah membantu pendanaan di bidang pendidikan sebagai pembeli NFT tersebut. Tapi, tidak menutup kemungkinan juga terhadap orang-orang yang memang bergerak di dunia seni maupun orang-orang yang sudah lama berkecimpung di dunia NFT.

"Menyasar yang pasti yang memang sudah pernah mendanai atau membantu pendanaan bidang pendidikan. Itu target utama. Tapi tidak menutup kemungkinan dari orang-orang yang memang di dunia seni. Ada lagi juga yang kita sasar memang orang-orang yang berkecimpung di NFT itu sendiri," kata dia.

Yayasan Dana Abadi Pelajar, bagian grup DANAdidik, merupakan organisasi nirlaba Indonesia yang berfokus pada pemberian beasiswa dan pendanaan kepada siswa kurang mampu di seluruh Indonesia untuk pendidikan tinggi sejak tahun 2015. Organisasi itu utamanya mendanai mahasiswa kesehatan karena pandemi, dari perawat, bidan, hingga dokter.

“Saya bersyukur akhirnya proyek ini diluncurkan. Kami selalu mencari cara kreatif untuk mendanai pendidikan tinggi siswa kurang mampu. Ada begitu banyak siswa di luar sana yang membutuhkan dana. Saya bangga bisa bekerja sama untuk mengangkat misi kami untuk meluluskan siswa dari kemiskinan,” kata Januar.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA