Sunday, 3 Jumadil Awwal 1444 / 27 November 2022

4.428 Hewan Ternak di Bengkulu Sembuh dari PMK

Rabu 17 Aug 2022 23:33 WIB

Red: Qommarria Rostanti

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu menyebutkan, sebanyak 4.428 hewan ternak di Provinsi Bengkulu dinyatakan sembuh dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). (ilustrasi)

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu menyebutkan, sebanyak 4.428 hewan ternak di Provinsi Bengkulu dinyatakan sembuh dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). (ilustrasi)

Foto: ANTARA/Asep Fathulrahman
Kasus wabah PMK di Provinsi Bengkulu diklaim sudah melandai.

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU -- Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu menyebutkan, sebanyak 4.428 hewan ternak di Provinsi Bengkulu dinyatakan sembuh dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu, M Syarkawi, mengatakan kasus wabah PMK di Provinsi Bengkulu melandai dengan ditandai banyaknya hewan ternak yang dinyatakan sembuh.

"Saat ini jumlah kasus sembuh hewan ternak yang dinyatakan sembuh di Provinsi Bengkulu mengalami peningkatan dan kasus penambahan mengalami penurunan," kata Syarkawi, Rabu (17/8/2022).

Baca Juga

Ia menjelaskan, tingginya angka hewan ternak yang dinyatakan sembuh akibat gencar pengawasan dan melakukan pemberian pengobatan terhadap hewan yang telah terinfeksi PMK. Selain itu, saat ini pihaknya juga tengah gencar melaksanakan vaksinasi dosis pertama dan kedua untuk hewan ternak yang ada di wilayah Provinsi Bengkulu.

"Saat ini kami fokus melaksanakan vaksinasi di wilayah yang tinggi angka PMK yaitu Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Rejang Lebong," ujarnya.

Lanjut Syarkawi, total hewan ternak yang terinfeksi PMK di Provinsi Bengkulu sebanyak 7.650 ekor dan kasus aktif PMK sekitar 3.163 ekor hewan ternak. Ada 19 hewan ternak yang dilakukan pemotongan bersyarat dan sebanyak 40 hewan dinyatakan mati akibat PMK.

sumber : Antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA