Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

China Minta AS tak Kerahkan Kapal Militernya Lintasi Selat Taiwan

Rabu 17 Aug 2022 20:00 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Indira Rezkisari

Kapal bergerak melalui Selat Taiwan seperti yang terlihat dari tempat pemandangan 68 mil laut, titik terdekat di daratan Cina ke pulau Taiwan, di Pingtan di Provinsi Fujian Cina tenggara, Jumat, 5 Agustus 2022.

Kapal bergerak melalui Selat Taiwan seperti yang terlihat dari tempat pemandangan 68 mil laut, titik terdekat di daratan Cina ke pulau Taiwan, di Pingtan di Provinsi Fujian Cina tenggara, Jumat, 5 Agustus 2022.

Foto: AP Photo/Ng Han Guan
China nilai AS terlalu banyak bertindak terkait dukungannya ke Taiwan.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Pemerintah China meminta Amerika Serikat (AS) tak mengerahkan kapal angkatan lautnya untuk berlayar melintasi Selat Taiwan. Beijing menekankan siap mengambil respons yang tepat jika AS melakukan hal tersebut.

Duta Besar China untuk AS Qin Gang mengatakan, pengerahan kapal angkatan laut AS melewati Selat Taiwan akan dipandang negaranya sebagai eskalasi dan bentuk dukungan Washington terhadap pemerintahan “separatis” di Taiwan. “Pihak AS telah melakukan terlalu banyak dan bertindak terlalu jauh di wilayah ini,” kata Qin dalam menanggapi pertanyaan awak media tentang potensi patroli angkatan laut AS ke Selat Taiwan, dikutip Rabu (17/8/2022) dari Bloomberg.

Baca Juga

“Saya meminta rekan-rekan Amerika kami untuk menahan diri, menahan diri, tidak melakukan apa pun untuk meningkatkan ketegangan. Jika ada tindakan yang merusak integritas dan kedaulatan teritorial China, maka China akan merespons. China akan merespons,” kata Qing menambahkan.

Dia pun menyinggung tentang kunjungan Ketua House of Representatives AS Nancy Pelosi ke Taiwan awal bulan ini. Qing berpendapat, pemerintahan Presiden AS Joe Biden seharusnya tidak meremehkan tekad China mengenai kunjungan tokoh atau delegasi Kongres AS ke Taipei. Qing menolak argumen Gedung Putih bahwa anggota parlemen AS bisa bertindak independen.

“Kongres adalah bagian dari pemerintah AS; ia bukan cabang independen dan tidak terkendali. Kongres berkewajiban untuk mematuhi kebijakan luar negeri AS. Itu sebabnya kami merasa sangat frustrasi dan tidak puas dengan kunjungan Senator Markey ke Taiwan. Ini provokatif, tidak membantu,” ucap Qing.

Setelah Pelosi, Senator AS dari Partai Demokrat, Edward Markey, turut mengunjungi Taiwan. Kunjungannya terjadi kurang dari dua pekan setelah delegasi Pelosi melawat ke Taipei. "Kami sedang menangani dampak serius dari kunjungan Pelosi," kata Qin kepada awak media di Washington.

Dia memperingatkan AS untuk tidak meremehkan tekad kuat dan kemampuan pemerintah China untuk mempertahankan kedaulatan nasional serta integritas teritorialnya. Kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan pada 2-3 Agustus lalu telah memicu kemarahan China. Beijing diketahui mengklaim Taipei sebagai bagian dari wilayahnya. Dalam kunjungannya, Pelosi menegaskan dukungan AS untuk Taiwan.

Menanggapi kunjungan Pelosi, China menggelar latihan militer besar-besaran di Selat Taiwan pada 4-7 Agustus lalu. Dalam latihan itu, China mengerahkan seluruh armadanya, yakni udara, darat, dan laut. Beijing bahkan menguji peluncuran rudal balistik. Latihan tersebut tak pelak memanaskan tensi di Selat Taiwan.

Perdana Menteri Taiwan Su Tseng-chang mengatakan, China telah secara brutal menggunakan tindakan militer untuk mengganggu perdamaian dan stabilitas regional. “Kami tidak akan pernah tunduk pada tekanan. Kami menjunjung tinggi kebebasan dan demokrasi, serta percaya bahwa warga Taiwan tidak menyetujui tindakan intimidasi China dengan kekerasan dan gemerincing pedang di depan pintu kami,” ucapnya kepada awak media pada 7 Agustus lalu, dilaporkan Bloomberg.

AS tak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan. Namun ia mendukung Taipei dalam menghadapi ancaman China. Presiden AS Joe Biden bahkan sempat menyatakan bahwa negaranya siap mengerahkan kekuatan jika China menyerang Taiwan. Isu Taiwan menjadi salah satu faktor yang meruncingkan hubungan Beijing dengan Washington.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA