Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Orang Amerika Menganggap Cacar Monyet Lebih Mengancam Dibandingkan Covid-19

Rabu 17 Aug 2022 15:45 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Qommarria Rostanti

Orang Amerika menganggap cacar monyet lebih mengancam dibandingkan Covid-19. (ilustrasi)

Orang Amerika menganggap cacar monyet lebih mengancam dibandingkan Covid-19. (ilustrasi)

Foto: www.freepik.com
Hanya satu dari tiga warga AS yang menganggap Covid-19 lebih mengancam.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Meski Covid-19 menyebabkan ratusan kasus kematian per hari di Amerika Serikat (AS), namun hanya ada satu dari tiga warga AS yang menganggap Covid-19 lebih mengancam dibandingkan cacar monyet. Padahal, jumlah kasus cacar monyet di negara tersebut relatif rendah dan belum menjatuhkan korban jiwa.

Persepsi warga AS terhadap cacar monyet dan Covid-19 ini diketahui melalui sebuah survei yang dilakukan YouGov. Survei ini juga menemukan, sekitar 33 persen warga AS menganggap cacar monyet dan Covid-19 setara, 18 persen menganggap tak ada ancaman, dan 10 persen menyatakan tidak tahu. Selain itu, ada sembilan persen warga AS yang merasa cacar monyet lebih mengancam dibandingkan Covid-19.

Baca Juga

Survei ini dilakukan secara daring pada 4-7 Agustus 2022. Melalui survei ini, diketahui pula bahwa 55 persen responden berkulit hitam lebih cenderung menganggap cacar monyet dan Covid-19 sebagai penyakit yang setara. Hanya 25 persen responden berkulit putih yang memiliki pandangan serupa.

AS merupakan salah satu negara di dunia yang kini bergelut dengan wabah cacar monyet. Seiring dengan terus berkembangnya kasus, Menteri Kesehatan dan Layanan Masyarakat AS Xavier Becerra menyatakan acar monyet sebagai darurat kesehatan masyarakat.

"Kami bersiap untuk mengambil respons ke tingkat lebih lanjut dalam menghadapi virus (cacar monyet) ini, dan kami mengimbau setiap warga Amerika untuk menganggap cacar monyet secara serius," ungkap Becerra, kurang dari sebulan setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan cacar monyet sebagai kedaruratan global, seperti dilansir Insider, Rabu (17/8/2022).

Terlepas dari pernyataan ini, survei YouGov menunjukkan bahwa 35 persen warga AS tak merasa negara telah memberikan cukup respons terhadap wabah cacar monyet. Hanya 40 persen warga AS yang merasa bahwa negara telah sangat siap atau cukup siap dalam menghadapi pandemi yang mungkin akan muncul di masa berikutnya.

Di sisi lain, pengetahuan masyarakat mengenai cacar monyet tampak masih terbatas. Sekitar setengah dari responden mengungkapkan bahwa mereka tak begitu tahu atau bahkan sama sekali tak mengikuti informasi terkait perkembangan cacar monyet. Selain itu, hanya 2 persen responden yang menyatakan bahwa mereka terdiagnosis atau mengetahui seseorang yang terdiagnosis dengan cacar monyet tahun ini. Survei YouGov dilakukan terhadap 1.000 warga AS berusia 18 tahun ke atas. Survei ini memiliki margin of error sebesar 3,3 persen.

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA