Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

Gregoria Tak Siapkan Target Khusus Tampil di Kejuaraan Dunia 2022

Selasa 16 Aug 2022 19:54 WIB

Red: Muhammad Akbar

Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung mengembalikan kok ke arah pebulu tangkis tunggal putri Thailand Phittayaporn Chaiwan dalam babak 32 besar Indonesia Open 2022 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (15/6/2022). Gregoria gagal melaju ke babak selanjutnya setelah kalah 17-21, 21-10, dan 12-21.

Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung mengembalikan kok ke arah pebulu tangkis tunggal putri Thailand Phittayaporn Chaiwan dalam babak 32 besar Indonesia Open 2022 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (15/6/2022). Gregoria gagal melaju ke babak selanjutnya setelah kalah 17-21, 21-10, dan 12-21.

Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan
Saya coba main maksimal di setiap babak yang saya lewati.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pebulu tangkis putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung mengaku tidak menyiapkan target khusus untuk berkompetisi pada ajang Kejuaraan Dunia 2022 yang akan berlangsung pada 22-28 Agustus di Tokyo, Jepang.

Pebulu tangkis tunggal putri ini mengatakan untuk edisi kali ini dirinya hanya ingin menunjukkan bisa tampil maksimal dan konsisten menghadapi setiap lawan.

"Saya coba main maksimal di setiap babak yang saya lewati. Mungkin dari babak pertama, kedua juga. Ingin bisa melaju ke babak-babak berikutnya, dan permainan saya bisa lebih meningkat," kata Gregoria di Jakarta, Selasa (16/8).

Setelah sempat lama terpuruk dengan masalah mentalitas dan daya juang yang kerap melempem, performa Gregoria mengalami tren kenaikan sejak bermain di Malaysia dan Singapura bulan lalu.

Tampil apik saat tur Asia Tenggara, membuat Gregoria mendapat asupan kepercayaan diri yang semakin tinggi jelang Kejuaraan Dunia. Bahkan untuk semakin memantapkan mentalnya, Gregoria juga menyempatkan diri menjalani konseling ke psikolog dan pelatih.

"Butuh proses panjang sampai pada titik bisa lebih percaya diri dan lepas. Dari turnamen kemarin, saya memang niat untuk menang tapi tetap santai. Target saya ingin paksa diri sendiri. Tapi tidak menjadikan ini beban, melainkan sebagai motivasi," paparnya.

Sebelum bangkit seperti sekarang, Gregoria selalu kesulitan untuk membangun kepercayaan diri karena tertekan oleh beban emosional.

"Sebelumnya saya selalu main paksa, tapi tidak bisa terus. Akhirnya belakangan ini saya bisa kontrol emosi dan jadikan motivasi positif," katanya.

Menyikapi hal ini, pelatnas PBSI menjelaskan langkahnya untuk membantu anak didiknya bangkit ialah dengan terus memotivasi dan memberikan masukan positif kepada Gregoria.

"Kalau dibenahi harus dari latihan, kami memang push dia. Dia suka kesal sendiri dengan performanya. Kami motivasi, bahwa dia juga punya kemampuan yang tak dimiliki lawan. Diskusi juga kami lakukan untuk persiapan strategi dan lainnya," kata Kabid Binpres PP PBSI Rionny Mainaky.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA