Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

BTN Terapkan Strategi Bisnis Menanggulangi Perubahan Iklim

Selasa 16 Aug 2022 11:06 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Haru Koesmahargyo. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk meraih apresiasi dari Carbon Disclosure Project (CDP) atas partisipasi, inisiatif, dan konsistensi perseroan dalam menerapkan berbagai strategi bisnis yang ikut memerangi perubahan iklim. Adanya apresiasi dari CDP menjadi bukti dari upaya perseroan memprioritaskan kelangsungan lingkungan hidup dalam menjalankan bisnisnya.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Haru Koesmahargyo. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk meraih apresiasi dari Carbon Disclosure Project (CDP) atas partisipasi, inisiatif, dan konsistensi perseroan dalam menerapkan berbagai strategi bisnis yang ikut memerangi perubahan iklim. Adanya apresiasi dari CDP menjadi bukti dari upaya perseroan memprioritaskan kelangsungan lingkungan hidup dalam menjalankan bisnisnya.

Foto: dok. BTN
Komitmen perangi perubahan iklim, BTN terapkan analisis amdal di pembiayaan perumahan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk meraih apresiasi dari Carbon Disclosure Project (CDP) atas partisipasi, inisiatif, dan konsistensi perseroan dalam menerapkan berbagai strategi bisnis yang ikut memerangi perubahan iklim. Adanya apresiasi dari CDP menjadi bukti dari upaya perseroan memprioritaskan kelangsungan lingkungan hidup dalam menjalankan bisnisnya.

Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo mengatakan perseroan berkomitmen penuh dalam memerangi perubahan iklim. Sebagai wujud komitmen tersebut, seluruh pembiayaan perumahan yang disalurkan perseroan wajib memiliki analisis dampak lingkungan (Amdal). 

“Apresiasi ini menjadi motor penyemangat bagi BTN untuk terus berjuang dalam memerangi perubahan iklim yang semakin terasa dari waktu ke waktu. Karena kami tidak hanya membiayai rumah sebagai tempat tinggal, tapi juga turut menjaga bumi sebagai tempat hidup yang aman,” ujarnya dalam keterbukaan informasi perseroan, Selasa (16/8/2022).

Pada 2021, CDP mengapresiasi pengungkapan dan kinerja BTN terkait perubahan iklim (climate change). Founder BGK Foundation, Deni Daruri menuturkan CDP memberikan rating C kepada BTN dalam kuesioner climate change. 

“Dibandingkan dengan 2019, kata Deni, rating BTN naik empat level, dari rating F atau tidak merespon menjadi C pada 2021. Rating C berarti perusahaan telah memasuki level awareness terkait perubahan iklim, memiliki pemahaman terkait isu perubahan iklim dan dampak yang dihasilkan," ucapnya.

Di Indonesia sendiri, kata Deni, BTN menjadi satu-satunya perbankan yang merespons kuesioner climate change, mendapatkan rating penilaian, dan dipublikasikan pada situs resmi CDP. 

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dan konsistensi dari BTN dalam memerangi perubahan iklim. BTN telah memetakan berbagai risiko dan peluang terkait perubahan iklim, mengukur dampak finansial yang terjadi, serta mengukur strategi dan biaya yang harus dikeluarkan untuk mengatasi risiko dan peluang perubahan iklim," ucapnya.

Adapun berbagai kegiatan penghematan energi dan pembiayaan hijau, kata Deni, juga telah dilakukan BTN sejalan dengan program-program rencana aksi keuangan berkelanjutan (RAKB) perseroan. 

"Dengan transparansi dan usaha peningkatan kinerja perubahan iklim, BTN turut berkontribusi dalam upaya pencapaian penurunan emisi nasional dan global," ucapnya.

CDP merupakan organisasi internasional yang bersifat independen. Organisasi tersebut memegang koleksi data global terbesar mengenai perubahan iklim, hutan, dan air. 

CDP juga menjadi jantung dari investasi serta keputusan dan kebijakan bisnis.  CDP merupakan platform yang lahir pada 2000 di London, Inggris. CDP digunakan oleh sekitar 590 investor yang memegang total modal senilai 110 triliun dolar AS dan 9.600 perusahaan di seluruh dunia termasuk BTN.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA