Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Bluebird Sumbang 5.000 Bibit Mangrove ke Pemkot Surabaya

Selasa 16 Aug 2022 11:03 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Penanaman bibit mangrove (ilustrasi)

Penanaman bibit mangrove (ilustrasi)

Foto: Humas Pertamina JBT
Penyerahan bibit mangrove tersebut dalam rangka pelestarian lingkungan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Blue Bird Tbk (Bluebird) menyerahkan 5.000 bibit mangrove kepada Pemerintah Kota Surabaya. Penyerahan bibit tersebut dalam rangka pelestarian lingkungan dan memperoleh akreditasi sebagai kota lahan basah dunia.

Proses penyerahan ini dilakukan General Manager Bluebird Surabaya Yusuf Nurfaturahman. Penyerahan bibit diterima oleh Pemerintah Kota Surabaya yang diwakili oleh Staff Ahli Wali Kota bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, M Afghani Wardhana serta disaksikan oleh perwakilan WWF dan Organda Kota Surabaya, Selasa (16/8/2022).

Baca Juga

"Penyerahan bibit mangrove tersebut merupakan bentuk nyata perseroan dalam berkontribusi terhadap perbaikan lingkungan sesuai dengan Visi Keberlanjutan Bluebird di bawah pilar BlueSky," kata General Manager PT Blue Bird Surabaya, Yusuf Nurfaturahman dalam keterangannya yang dipantau di Jakarta.

Yusuf menyampaikan bahwa inisiasi ini merupakan bagian dari Visi Keberlanjutan Bluebird 50:30 yang menggambarkan komitmen untuk mengurangi 50 persen emisi dan buangan operasional hingga 2030. Ia mengatakan, visi tersebut dituang ke dalam tiga pilar keberlanjutan, yaitu BlueSky, BlueLife, dan BlueCorps.

Menurut rencana, 5.000 bibit tersebut akan ditanam di sepanjang pantai Pamurbaya, Kelurahan Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya. Pemilihan Pantai Pamurbaya sebagai lokasi penanaman bibit mangrove tersebut didasari oleh daerah itu merupakan salah satu ekosistem mangrove yang luas dan

tersisa di Surabaya dan termasuk ke dalam Kawasan Lindung Mangrove (KLM).

"Kami memahami pentingnya fungsi mangrove dalam menjaga keutuhan ekosistem wilayah pesisir. Besar harapan kami, kontribusi ini dapat membantu menekan abrasi dan merehabilitasi ekosistem laut di wilayah Kota Surabaya," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengapresiasi langkah Blue Bird dalam memberikan bibit mangrove. Menurut dia, hal ini dapat menginspirasi masyarakat Kota Pahlawan agar lebih peduli dengan lingkungan sekitar, terutama lingkungan di pesisir pantai.

"Pengembangan hutan mangrove saat ini memang menjadi salah satu fokus Pemerintah KotaSurabaya. Pasalnya, Surabaya telah diusulkan sebagai salah satu kota nominasi untuk mendapatkan akreditasi dalam pengolahan kota lahan basah tingkat dunia," kata Eri.

Eri mengatakan, pengembangan lahan atau kawasan Mangrove menjadi sangat penting perannya bagi pelestarian lingkungan karena tanaman khas pesisir ini memiliki beragam fungsi ekologis. Mangrove dapat mencegah terjadinya abrasi, mengurangi pencemaran laut dengan berperansebagai biofilter mereduksi logam berat dan nutrien berlebih dari darat yang masuk ke laut, meningkatkan kadar oksigen sehingga kesehatan lingkungan lebih terjaga.

Lebih lanjut Eri menambahkan, mangrove juga berfungsi sebagai sumber makanan, tempat asuhan, tempat mencari makan, serta daerah pemijahan berbagai jenis ikan, udang, dan biota lainnya. Itu sebabnya, penanaman mangrove untuk rehabilitasi ekosistem yang rusak menjadi sangat penting.

 

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA