Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Bagaimana Memulai Berbisnis Online atau Digital? Ini Beberapa Saran dari Praktisi

Senin 15 Aug 2022 23:22 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Belanja Online. Ilustrasi. Pemasaran online menunjang kenanikan kelas umkm di era digital

Belanja Online. Ilustrasi. Pemasaran online menunjang kenanikan kelas umkm di era digital

Foto: Istimewa
Perlu langkah-langkah yang tepat untuk memaksimalkan bisnis digital

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Saat ini terjadi perubahan lanskap persaingan usaha dan perilaku konsumen. Pergeseran atau perubahan industri dan bisnis secara luas ke bentuk digital. 

Dan Ruang digital menghapus batas-batas  geografis  sebagai cara berbisnis dan berusaha, target pasar produk dan menjangkau banyak konsumen. 

Baca Juga

Anggota Komisi I DPR RI,  Taufiq R Abdullah, mengatakan masyarakat harus bisa menanfaatkan peluang di era digital termasuk usaha bisnis dan UMKM. 

Dia menyampaikan beberapa softskill yang diperlukan menjadi enterpreneur digital.

Pertama, menurut dia, masyarakat harus memiliki kreativitas, berpikir out of the box, kaya akan ide dan gagasan sehingga mampu melihat peluang yang tersembunyi. 

Kedua, memiliki fleksibilitas mampu bergerak cepat dalam merespons perubahan dan kebutuhan pasar. 

Kolaboratif mampu beker jasama dengan stackholder dalam pengembangan usahanya. Ketiga, harus memiliki kepercayaan diri. Berani mengekspresikan ide dan siap dengan risiko.  

Taufiq juga menyampaikan diperlukannya kegiatan literasi digital seperti seminar, pelatihan atau diskusi  dengan melibatkan masyarakat secara langsung. 

Literasi digital kepada masyarakat terkait kenapa harus bertransformasi dan beradaptasi dengan dunia digital. 

Menuru Taufiq, melalui kegiatan seminar ataupun pelatihan tentu akan membantu masyarakat yang masih gagap teknologi dan akan merangsang  masyarakat  dalam pemanfaatan digital di sektor ekonomi. 

“Dengan adanya pelatihan maka masyarakat memiliki keterampilan digital, dan memiliki strategi terbaik untuk secara cepat memperkuat kapasitas dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mendapatkan keuntungan penuh dari manfaat digital,” ujar dia. 

Praktisi ekonomi digital, Karno Gandjar Prasetyo, mengatakan mayarakat harus pandai dalam memilih target pasar online bisa mulai dari google, marketplace, sosial media, dan grup. 

“Fokus di salah satu pasar terlebih dahulu jangan langsung menggarap semuanya sekaligus agar lebih fokus karena tiap pasar tekniknya berbeda-beda”, kata Karno.

Dia menyampaikan  model kerja sama yang perlu diketahui masyarakat yang akan mengembangkan usaha online ada empat yaitu membuat, manufaktur (merangkul produsen), wholesale atau grosir, dropship (lokal dan luar negeri). 

“Bisnis model di era industri 4.0 adalah era kolaborasi, bukan menang sendiri. Era ekonomi kolaborasi adalah era dimana market terbentuk oleh individu yang saling mengandalkan untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya,” tutur dia. 

Menurutnya perlu dilakukan simulasi target pasar online di Google yang sifatnya membutuhkan lokasi, kebutuhan target pasar online Google yaitu website dan Google Bisnisku. 

Dia mengatakan, banyak pilihan paket website dan bisa daftarkan bisnis anda di google map. Simulasi target pasar online di marketplace riset produk cara paling instan riset produk terlaris di Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee. 

Dia menjelaskan, branding produk yaitu selling tanpa branding, branding selling produk sendiri dan branding no selling. 

“Cara mengumpulkan modal bisa dari menabung  dan komisi penjualan/marketing. Kita bisa melihat semua trend di semua platform secara gratis di Google trends, kita bisa melihat dari waktu lama hingga terbaru, dan disemua kategori tersedia di Google trends,” ujar dia.   

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA