Senin 15 Aug 2022 19:30 WIB

Kemenag: Masih Ada Delapan Jamaah Haji yang Dirawat di Saudi

Pemerintah tetap melakukan kunjungan dan pendampingan kepada jamaah yang sakit.

Jamaah haji (ilustrasi)
Foto: Republika/ali yusuf
Jamaah haji (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) melaporkan masih ada delapan jamaah haji Indonesia yang sakit dan dirawat di Arab Saudi selepas berakhirnya operasional penyelenggaraan ibadah haji 1443 Hijriah/2022 Masehi.

"Mari bersama-sama kita doakan agar jamaah sakit segera diberikan kesembuhan dan segera dapat dipulangkan ke tempat domisilinya masing-masing," kata Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Kemenag, Akhmad Fauzin dalam konferensi pers yang diikuti dari Jakarta, Senin (15/8/2022).

Baca Juga

Akhmad mengatakan pemerintah tetap melakukan kunjungan dan pendampingan melalui Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah sampai jamaah dimaksud sehat dan dapat dipulangkan seluruhnya ke Tanah Air.

Menurutnya, bagi keluarga jamaah yang sakit dapat mengikuti perkembangan kesehatan anggota keluarga mereka melalui kantor Kemenag kota/kabupaten maupun Kanwil provinsi masing-masing.

"Pemerintah memastikan bahwa biaya jamaah sakit dijamin seluruhnya oleh pemerintah," katanya.

Sementara, jamaah wafat bertambah satu orang atas nama Tri Wahyu Sulistyoningsih, nomor paspor C70 34 939, kloter SOC 16, asal Embarkasi Solo. "Sehingga jumlah jamaah wafat sampai hari ini sebanyak 90 orang," kata dia.

Adapun rinciannya, 27 wafat pada masa pra Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) rentang 4 Juni-7 Juli 2022, 16 jamaah wafat pada masa Armuzna pada 8?12 Juli 2022. Sementara 47 jamaah lainnya dinyatakan wafat pada masa setelah puncak haji Armuzna, 13 Juli sampai sekarang.

Ia juga menyampaikan bahwa pada Senin akan dipulangkan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi yang bertugas di Daerah Kerja Bandara dan Daerah Kerja Madinah.

"Proses pemulangan petugas akan berakhir pada tanggal 20 Agustus 2022," demikianAkhmad Fauzin.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement