Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

Makan Dua Cangkir Anggur per Hari Bisa Turunkan Risiko Penyakit Hati

Senin 15 Aug 2022 14:27 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Nora Azizah

Konsumsi buah anggur turunkan risiko penyakit hati berlemak dan perpanjang usia.

Konsumsi buah anggur turunkan risiko penyakit hati berlemak dan perpanjang usia.

Foto: www.pixabay.com
Konsumsi buah anggur turunkan risiko penyakit hati berlemak dan perpanjang usia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Serangkaian studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Foods menunjukkan bahwa konsumsi buah anggur memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan dan mengurangi risiko kematian. Penelitian yang didanai oleh California Grape Commission itu, menunjukkan bahwa memakan sekitar dua cangkir buah anggur per hari dalam diet tinggi lemak bisa menurunkan risiko penyakit hati berlemak dan memperpanjang usia. 

Menurut penelitian, anggur memiliki peran penting dalam mengurangi penyakit hati berlemak. Penulis utama penelitian tersebut yang juga dekan dan profesor farmasi dari Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Western New England University, John Pezzuto, mengatakan, penelitiannya menunjukkan anggur dapat membantu mengimbangi beberapa efek dari diet tinggi lemak.

Baca Juga

“Pertama, umur meningkat, yang menunjukkan respons seluruh tubuh secara global. Selanjutnya, sistem pertahanan antioksidan tubuh meningkat. Selain itu, perlemakan hati, yang diperkirakan mempengaruhi 25 persen populasi dan menyebabkan hasil kesehatan yang buruk, bisa dicegah atau setidaknya ditunda,” kata Pezzuto dilansir dari Healthline, Senin (15/8/2022).

Menurut Pezzuto, temuan penelitian juga menunjukkan bahwa siapa pun berpotensi mendapat manfaat dari makan lebih banyak buah anggur, terlepas dari jenis diet atau pola makan yang mungkin sedang dijalani seseorang. 

“Mekanisme yang kami tunjukkan dapat digeneralisasi untuk meningkatkan kesehatan yang baik, terlepas dari dietnya,” kata Pezzuto.

Mikrobioma usus yang sehat, penting untuk kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan dan memengaruhi fungsi organ vital, termasuk otak. Rekan penulis studi Pezzuto yang juga direktur dan profesor di Sistem Farmakologi dan Farmakogenomik Arthur G Zupko di Long Island University, Jeffrey Idle, menjelaskan, penambahan makan buah anggur memiliki efek mendalam pada mikrobiota pada tikus.

Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk menentukan apakah efek kesehatan buah anggur dapat cocok juga direproduksi manusia atau tidak, terutama jika konsumsi anggur dapat mengurangi atau membalikkan penyakit hati berlemak. Para ahli juga mewanti-wanti, meski sudah memakan buah anggur, tidak bisa seenaknya makan makanan yang buruk bagi kesehatan.

“Ini mungkin sangat penting karena begitu banyak orang yang terkena hati berlemak. Kami perlu memeriksa ini secara lebih rinci, ”kata Pezzuto lagi.

Studi lebih lanjut pada manusia, juga masih diperlukan untuk menentukan apakah konsumsi anggur dapat mengurangi risiko penyakit kronis seperti perlemakan hati dan bisa memperpanjang umur. Untuk saat ini, para ahli terus merekomendasikan diet sehat dan seimbang yang kaya akan makanan utuh padat nutrisi, untuk meningkatkan kesehatan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA