Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Analis Politik Berpesan KIB Harus Melayani Secara Inklusif

Senin 15 Aug 2022 12:15 WIB

Red: Erik Purnama Putra

Tiga ketua umum partai yang tergabung dalam KIB memaparkan visi misi di Kota Surabaya, Jawa Timur, Ahad (14/8/2022).

Tiga ketua umum partai yang tergabung dalam KIB memaparkan visi misi di Kota Surabaya, Jawa Timur, Ahad (14/8/2022).

Foto: Istimewa
Semua pihak agar jangan lelah untuk membersamai masyarakat Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Analis politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdusalam mengapresiasi Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), yang telah memberi ruang dan waktu lebih luas bagi masyarakat untuk bisa memberi masukan, kritikan, serta evaluasi, terhadap visi-misi dan gagasan yang disampaikan koalisi yang membawahi Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut.

"Selama ini politik kita lebih banyak last minute, seolah-olah politik hanya diperuntukkan bagi elite dan penguasa," ujar Surokim saat menanggapi penyampaian visi-misi KIB di Kota Surabaya, Jawa Timur, Ahad (14/8/2022).

Dalam siaran pers di Jakarta, Senin (15/8/2022), Surokim menilai, ketiga ketua umum partai dalam KIB memberikan tradisi baru yang melibatkan masyarakat. "Untuk membuka akses lebih luas dan panjang kepada masyarakat indonesia untuk memberi catatan, memberi masukan, dan sekaligus juga memberi kritik evaluasi," ujarnya.

Menurut Surokim, langkah itu merupakan konvensi yang baik dan layak untuk dilanjutkan. Surokim mengatakan, tugas abadi politik dan pengabdi negara hanya ada tiga, yaitu melindungi, melayani, dan mensejahterakan.

Dia pun berpesan kepada semua pihak agar jangan lelah untuk membersamai masyarakat Indonesia. "Jangan hanya mendekati masyarakat Indonesia hanya menjelang 2024 saja. Mulai hari ini, saatnya Bapak, Ibu, semua mendekat, membersamai dan bersama-sama masyarakat indonesia untuk mencapai harapan-harapan baik," ucapnya.

Surokim mendoakan semoga KIB tidak lelah juga untuk melayani masyarakat. "Saya sudah baca (visi-misi) Pak Ketum, melindungi sudah ada di visi misinya, mensejahterakan banyak sekali. Yang kedua mohon nitip saja yang melayani mohon yang inklusivitas tadi tetap diperhatikan, sehingga tekad kita untuk melayani seluruh tumpah darah, masyarakat indonesia tidak pandang bulu terus menjadi ciri khas KIB," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA