Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Wajan Antilengket Ada yang Bisa Sebabkan Kanker Hati, Apa Cirinya?

Senin 15 Aug 2022 06:50 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Wajan antilengket (Ilustrasi). Bahan kimia antiminyak dan antiair pada wajan antilengket disinyalir berbahaya karena dapat memicu kanker hati. Amannya, cari wajan antilengket yang mencantumkan bebas PFAS.

Wajan antilengket (Ilustrasi). Bahan kimia antiminyak dan antiair pada wajan antilengket disinyalir berbahaya karena dapat memicu kanker hati. Amannya, cari wajan antilengket yang mencantumkan bebas PFAS.

Foto: www.freepik.com
Wajan antilengket ada yang mengandung bahan kimia abadi alias forever chemical.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kanker hati merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia dengan lebih dari 700 ribu kasus kematian per tahun. Siapa sangka, salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker hati bisa ada di sekitar rumah.

Mengacu pada studi terbaru yang dilakukan tim peneliti dari University of Southern California di Amerika Serikat, forever chemical atau zat kimia abadi bisa meningkatkan risiko non-viral hepatocellular carcinoma. Ini jenis kanker hati yang umum ditemukan.

Baca Juga

Zat kimia abadi merupakan julukan untuk per- and poly-fluoroalkyl substances (PFAS). Zat kimia buatan manusia ini tak terurai di lingkungan.

Direktur dari Departemen Ilmu Gastroenterologi dan Hepatobilier di Fortis Escorts, dr Pankaj Puri, mengungkapkan bahwa PFAS merupakan zat kimia yang biasa digunakan untuk memproduksi produk apa pun yang bersifat resisten terhadap minyak, air, dan api. Menurut dr Puri, PFAS umum ditemukan pada wajan antilengket serta kemasan kosmetik, sampo, atau makanan.

"Produk dengan PFAS lebih disukai karena tak mudah rusak," ungkap dr Puri, seperti dilansir Indian Express, Senin (15/8/2022).

Mengacu pada studi yang dilakukan peneliti dari University of Southern California, paparan PFAS yang tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko non-viral hepatocellular carcinomahingga 4,5 kali lipat. Hal ini kemungkinan terjadi karena paparan PFAS menyebabkan perubahan pada metabolisme glukosa, asam amino, dan asam empedu.

"Tak ada penyangkalan terhadap fakta bahwa (PFAS) berbahaya bagi tubuh kita," jelas dr Puri.

Selain meningkatkan risiko kanker hati, dr Puri mengatakan, paparan zat kimia PFAS juga secara perlahan dapat memicu perubahan hormon-hormon. PFAS pun diketahui dapat memengaruhi imunitas.

Ironisnya, keberadaan PFAS bisa ada di berbagai objek yang dekat dengan kehidupan manusia. Keberadaan zat kimia PFAS bahkan bisa ditemukan pada air minum.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA