Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

PPP: KIB Kita Bentuk dan Galang untuk Menang

Senin 15 Aug 2022 01:41 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Agus raharjo

Ketua Umum Golkar Airlagga Hartarto (tengah), Ketum PAN Zulkifli Hasan (kiri), Ketum PPP Suharso Monoarfa (kanan) saat meluncurkan Visi-Misi Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) di Hotel Shangri-la, Surabaya, Jawa Timur, Ahad (14/8/2022).

Ketua Umum Golkar Airlagga Hartarto (tengah), Ketum PAN Zulkifli Hasan (kiri), Ketum PPP Suharso Monoarfa (kanan) saat meluncurkan Visi-Misi Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) di Hotel Shangri-la, Surabaya, Jawa Timur, Ahad (14/8/2022).

Foto: Istimewa
Pemimpin terpilih 2024 harus memanfaatkan bonus demografi menuju Indonesia maju.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoafa mengaku, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dibentuk dan digalang bukan hanya untuk menyatukan ketiga partai yang berkoalisi. Ia menegaskan, KIB dibentuk dan digalang untuk menang dan merebut peluang.

"KIB kita bentuk dan galang bukan hanya untuk bersatu. KIB kita bentuk dan galang untuk menang, juga untuk merebut peluang," kata Suharso saat me-launching Visi Misi KIB di Hotel Shangri-la Surabaya, Ahad (14/8/2022).

Baca Juga

Suharso melanjutkan, tujuan utamanya dibentuk KIB adalah untuk menentukan arah Bangsa Indonesia ke depan. Suharso menyatakan, dibentuknya KIB karena pengurus partai yang berkoalisi tidak ingin durhaka terhadap zaman.

Saat ini, kata dia, masyarakat hidup di zaman besar. Agar tidak durhaka terhadap zaman, KIB berniat membangun generasi bangsa yang berkuakitas agar menjadi orang-orang besar yang bisa beradaptasi dan mengikuti perkembangan zaman.

"Untuk itu lah KIB kita bentuk dan galang. Sebab kita tak mau menjadi generasi yang durhaka terhadap zaman. Kita ada di zaman besar dan agar tidak durhaka kepada zamannya kita harus membangun kualitas diri menjadi orang-orang besar," ujarnya.

Suharso melanjutkan, salah satu yang harus dikelola secara benar adalah karena Indonesia berhadapan dengan bonus demografi. Dimana pada 2025 hingga 2035 ada sekitar 191 juta penduduk Indonesia yang masuk usia produktif. Pemimpin yang terpikih pada Pemilu 2024, kata dia, harus memanfaatkan bonus demografi sebagai sumber daya efektif bangsa menuju negara maju.

"Peluang terbentang di hadapan kita. Jika tidak kita kelola dengan layak dan bermartabat maka hanya akan lewat begitu saja. Hanya menjadi menumen statistik dan tidak menjadi monumen kesejahteraan rakyatnya," kata Suharso.

Suharso melanjutkan, melihat peluang tersebut, partai yang tergabung dalam KIB terpanggil untuk mengelola dan memanfaatkan untuk mengangkat setinggi-tingginya kesejahteraan rakyat. KIB, lanjut Suharso, wajib dikelola untuk bisa merebut kemenangan pada Pilpres 2024, sehingga bisa mengelola peluang emas yang ada saat ini.

"KIB dipanggil oleh sejarah untuk mengelurkan Indonesia dari middle income trap. KIB harus merebut kemenangan dan memastikan terjadinya kecepatan kesejahteraan rakyat dan membebaskan Indoneaia dari middle income trap," ujarnya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA