Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

Cegah PMK, 1,4 Juta Vaksin Sudah Disuntikan ke Hewan Ternak

Ahad 14 Aug 2022 18:57 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Friska Yolandha

Petugas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung menyuntikkan vaksin penyakit mulut kuku (PMK) tahap kedua ke hewan ternak sapi di Jalan Raden Ganda, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung. Pemerintah terus mengupayakan vaksinasi hewan yang rentan terjangkit penyakit kuku dan mulut (PMK), khususnya pada sapi.

Petugas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung menyuntikkan vaksin penyakit mulut kuku (PMK) tahap kedua ke hewan ternak sapi di Jalan Raden Ganda, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung. Pemerintah terus mengupayakan vaksinasi hewan yang rentan terjangkit penyakit kuku dan mulut (PMK), khususnya pada sapi.

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Per Ahad (14/8/2022), disebutkan sudah ada 1.436.233 hewan dilakukan vaksinasi PMK.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah terus mengupayakan vaksinasi hewan yang rentan terjangkit penyakit kuku dan mulut (PMK), khususnya pada sapi. Per Ahad (14/8/2022), disebutkan sudah ada 1.436.233 hewan dilakukan vaksinasi agar terhindar dari dampak serius wabah PMK.

Vaksinasi PMK tahap awal ditargetkan selesai dilakukan pertengahan September 2022. Percepatan vaksinasi oleh pemerintah itu diharapkan segera bisa menekan penyebaran wabah PMK.

Baca Juga

"Kami menargetkan distribusi dan vaksinasi dua tahap awal yang sebanyak 3 juta dosis tuntas bulan ini atau maksimal pertengahan September," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan PMK Wiku Adisasmito dalam keterangan dikutip Ahad (14/8/2022).

Wiku mengatakan, di Asia Tenggara, kontrol PMK lebih banyak atau mayoritas menggunakan vaksin. Studi juga membuktikan vaksin PMK mampu menekan dampak keuangan bagi smallholder livelihood di Asia Tenggara.

Untuk tahap awal, pemerintah mendistribusikan 3 juta dosis vaksin PMK yang dibagi ke dalam 2 fase, yaitu 800 ribu dosis yang telah didistribusikan dan disuntikkan ke hewan ternak pada Juni-Juli 2022. Lalu fase dua, sebanyak 2,2 juta dosis tengah didistribusikan dan mulai disuntikkan ke hewan ternak.

"Di Indonesia jumlah kasus baru PMK melandai. Ini memperlihatkan vaksin mampu menekan PMK," kata Wiku.

Pemerintah, sambung Wiku, juga menggandeng perusahaan produsen vaksin lokal agar kebutuhan vaksin cepat dan mudah terpenuhi. Hal ini dilakukan guna percepatan pengadaan vaksin.

"Pemerintah juga berencana mengimpor bahan baku vaksin yang diproduksi dalam negeri, karena perusahaan farmasi lokal juga punya kemampuan memproduksi vaksin dalam jumlah besar," kata Wiku.

Pada Ahad (14/8/2022), kasus hewan ternak yang terjangkit ada sebanyak 485.507. Dari jumlah kumulatif tersebut, rinciannya adalah sapi sebanyak 451.974 ekor, kerbau 1.8129 ekor, domba 1.728 ekor, kambing 3.568 ekor dan babi 88 ekor.

Untuk hewan yang sembuh alami tercatat ada 313.483. Sementara, untuk kasus PMK yang belum sembuh ada sebanyak 155.774.

Baca juga : Alfamart Siap Bela Karyawannya dari Ancaman Hukum Konsumen Pencuri Cokelat

Untuk angka kematian hewan ternak akibat wabah PMK ada sebanyak 6.355. Sementara hewan terpapar dan dipotong bersyarat juga berkurang sebanyak 9.895 ekor.

Saat ini terdapat 24 provinsi dan 287 kabupaten kota yang sudah terdeteksi kasus PMK pada hewan ternak. Kasus belum sembuh tertinggi masih diduduki wilayah Provinsi Jawa Timur dengan 81.303 kasus, disusul Jawa Tengah, 18.292 dan Nusa Tenggara Barat 14.983. kasus.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA