Saturday, 2 Jumadil Awwal 1444 / 26 November 2022

Pakar: Platform Digital Bisa Jadi Penunjang Personal Branding

Ahad 14 Aug 2022 00:55 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi kembali mengadakan mengadakan kegiatan Gali Ilmu yang merupakan acara belajar santai mengenai berbagai kemampuan digital yang diperlukan Netizen masa kini. Gali Ilmu kali ini bertema Personal Branding - Buka Peluang Karier dengan Makin Cakap Digital, bersama narasumber Digital Creator dan Pegawai BUMN, Forbes 30 Under 30, Vina Muliana.

Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi kembali mengadakan mengadakan kegiatan Gali Ilmu yang merupakan acara belajar santai mengenai berbagai kemampuan digital yang diperlukan Netizen masa kini. Gali Ilmu kali ini bertema Personal Branding - Buka Peluang Karier dengan Makin Cakap Digital, bersama narasumber Digital Creator dan Pegawai BUMN, Forbes 30 Under 30, Vina Muliana.

Foto: www.freepik.com
Kemenkominfo gelar webinar Personal Branding Buka Peluang Karier dengan Cakap Digital

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi kembali mengadakan mengadakan kegiatan “Gali Ilmu” yang merupakan acara belajar santai mengenai berbagai kemampuan digital yang diperlukan Netizen masa kini. 

Gali Ilmu kali ini bertema “Personal Branding - Buka Peluang Karier dengan Makin Cakap Digital”, bersama narasumber Digital Creator dan Pegawai BUMN, Forbes 30 Under 30, Vina Muliana. 

Dirjen Aptika Kemkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, mengatakan sepanjang 2021 lalu, Program Literasi Digital telah berhasil menjangkau lebih dari 12 juta masyarakat di 515 Kabupaten/ Kota pada 34 provinsi di Indonesia.

“Oleh karena itu diperlukan kolaborasi yang baik agar masyarakat tidak ada yang tertinggal dalam proses percepatan transformasi digital ini,” ujarnya, Sabtu (13/8/2022).

Dirjen Semuel juga berharap agar kegiatan ini dapat mendorong terciptanya talenta-talenta digital baru di Indonesia yang lebih berkualitas dan siap dalam membantu mewujudkan Indonesia Digital Nation.

Personal branding yang kuat

Memulai paparannya, Vina Muliana menyampaikan bahwa 95 persen recruiter melakukan background verification dari kandidat yang akan mereka terima dan salah satu aspek yang diverifikasi merupakan media sosial. 

“Ini membuktikan bahwa mereka yang memiliki jejak digital yang baik nantinya akan lebih mudah menarik perhatian para recruiter,” ucapnya.

Vina melanjutkan dengan memberikan definisi sederhana personal branding, yang pertama apa persepsi orang terhadap kita sebelum mengenal kita lebih dekat. Kedua, apa yang orang-orang bicarakan tentang kita saat kita tidak ada di tempat. 

“Maka itu, penting untuk membangun sebuah personal branding yang sehat dan bukan sekedar pencitraan,” ucapnya.

Disampaikan oleh Vina tidak perlu memilih semua platform digital yang ada untuk menunjang personal branding dan lebih baik ambil satu atau dua platform yang dirasa sesuai dengan kelebihan yang dimiliki dan fokus di platform tersebut.

“Dengan begitu personal branding yang teman-teman hasilkan nantinya akan lebih terarah,” kata Vina. 

Kemudian dalam membuat sebuah konten media sosial, penting ditanyakan tiga hal ini: Apakah konten tersebut penting dan berhubungan dengan kehidupan orang-orang? Apakah bisa menjadi solusi atas kebutuhan dan permasalahan yang ada?  Apakah bisa memotivasi atau menghibur orang-orang? 

“Dengan memikirkan hal-hal tersebut dalam membuat konten, akan membuat personal branding yang dicitrakan semakin maksimal,” ucapnya.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA