Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

Pemkab Karawang Target Selesaikan Sekolah Rusak Hingga 2023

Ahad 14 Aug 2022 01:40 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Sejumlah siswa bermain di teras sekolah yang rusak (ilustrasi)

Sejumlah siswa bermain di teras sekolah yang rusak (ilustrasi)

Foto: ANTARA/Raisan Al Farisi
Hingga kini masih ada sekitar 100 bangunan sekolah yang harus diselesaikan.

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat menargetkan akan merampungkan perbaikan ratusan bangunan sekolah yang mengalami kerusakan hingga tahun 2023. "Permasalahan sekolah rusak terus kita tangani. Targetnya akan rampung pada 2023," kata Wakil Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, di Karawang Sabtu (13/8/2022).

Sesuai dengan target itu, maka pada 2023 diharapkan sudah tidak ada lagi bangunan sekolah yang rusak. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Karawang Dedi Ahdiat menyebutkan, hingga kini masih ada sekitar 100 bangunan sekolah yang harus diselesaikan.

Baca Juga

Berdasarkan data Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Karawang, pada tahun ini terdapat 468 ruang kelas SD dan 163 bangunan SMP yang rusak. Pada 2022 ini, Pemkab Karawang mengalokasikan anggaran sekitar 10,8 miliar untuk memperbaiki kerusakan bangunan SD.

Sedangkan untuk penanganan kerusakan bangunan SMP, Pemkab Karawang telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 8 miliar. Bangunan sekolah rusak yang tidak dapat tertangani pada tahun ini akan ditangani pada tahun berikutnya atau pada 2023.

Kepala Sekolah Dasar Negeri Bayur Kidul 1, Ahmad Kholiq berharap agar kerusakan bangunan di sekolahnya segera diperbaiki. Karena itu mengkhawatirkan peserta didik. "Kami berharap bangunan sekolah yang rusak itu segera diperbaiki," kata dia.

Hal itu disampaikan, karena dengan adanya bangunan sekolah yang rusak, itu memengaruhi terhadap minat masyarakat menyekolahkan anaknya ke sekolah tersebut. "Masyarakat khawatir menyekolahkan anaknya di sekolah kami, karena kondisi bangunannya rusak. Sekarang ini jumlah siswa sudah berkurang, sangat sedikit masyarakat yang menyekolahkan ke sekolah kami akibat bangunan sekolah yang sudah lama rusak, belum diperbaiki," kata dia.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA