Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

Pria Muslim Dikeluarkan dari Penerbangan karena Ngobrol dan Kirim Pesan Bahasa Arab

Ahad 14 Aug 2022 02:05 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Ani Nursalikah

Alaska Airlines. Pria Muslim Dikeluarkan dari Penerbangan karena Ngobrol dan Kirim Pesan Bahasa Arab

Alaska Airlines. Pria Muslim Dikeluarkan dari Penerbangan karena Ngobrol dan Kirim Pesan Bahasa Arab

Foto: Wikipedia
Perlakuan diskriminasi Muslim tersebut membuat kedua pria trauma.

REPUBLIKA.CO.ID, SEATTLE -- Dua pria Muslim menggugat Alaska Airlines dengan tuduhan diskriminasi. Mereka mengatakan staf mengeluarkan mereka dari penerbangan karena berbicara dan mengirim pesan dalam bahasa Arab.

Dalam gugatan yang diajukan pada 2 Agustus yang dipublikasikan pekan ini, Abobakr Dirar dan Mohamed Elamin mengklaim insiden itu terjadi saat mereka menaiki penerbangan Alaska dari Seattle ke San Francisco pada 17 Februari 2020.

Baca Juga

Sambil menunggu keberangkatan, mereka mengobrol dalam bahasa Arab. Menurut gugatan itu, Dirar juga mengirim pesan kepada temannya dalam bahasa Arab dan menggunakan emoji.

Gugatan itu menyebut ada teater keamanan (security theater) yang tidak dapat dibenarkan, termasuk mempermalukan dan menghancurkan mereka. Bahkan, ini membuat mereka menerima tindakan keamanan tambahan yang tidak perlu setelah dikonfirmasi dengan polisi pesan tidak mengandung hal berbahaya atau ancaman.

Menurut laporan polisi, bagian dari teks yang berasal dari 2018 termasuk nomor 911. Pengacara pria mengatakan itu merupakan candaan dari teman Dirar. Laporan polisi mengatakan emoji roket yang telah dihapus oleh Dirar, dimaksudkan untuk menggambarkan gambar secara positif sebagai bom.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA