Wednesday, 9 Rabiul Awwal 1444 / 05 October 2022

Gus Nabil Dorong Pencak Silat Jadi Seni Bela Diri Resmi di TNI Polri

Sabtu 13 Aug 2022 19:20 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

Wakil Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Muchamad Nabil Haroen, acara International Pencak Silat Indonesia Championship 2022 di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur, Sabtu (13/8). Gus Nabil menilai pencak silat merupakan seni yang khas Nusantara

Wakil Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Muchamad Nabil Haroen, acara International Pencak Silat Indonesia Championship 2022 di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur, Sabtu (13/8). Gus Nabil menilai pencak silat merupakan seni yang khas Nusantara

Foto: Republika/Muhyiddin
Gus Nabil menilai pencak silat merupakan seni yang khas Nusantara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Muchamad Nabil Haroen atau yang akrab dipanggil Gus Nabil berharap Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri bisa menjadikan pencak silat sebagai bela diri utamanya.

Hal ini karena, menurut dia, Pencak Silat merupakan bela diri asli masyarakat Indonesia. "Saya bermimpi bagaimana kemudian aparat ini menggunakan pencak silat sebagai bela diri utamanya. Seluruh prajurit baik TNI maupun Polri, kuasai pencak silat dulu baru yang lain," ujar Gus Nabil dalam acara International Pencak Silat Indonesia Championship 2022 di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur, Sabtu (13/8/2022). 

Baca Juga

 

Gus Nabil menjelaskan, tantangan yang dihadapi pencak silat sebenarnya adalah bangsanya sendiri. Dia menilai, saat ini pencak silat masih belum menjadi tuan di negerinya sendirinya. Karena itu, menurut dia, pencak silat terus dilestarikan  seluruh lapisan masyarakat, termasuk dalam institusi TNI dan Polri. 

 

"Saya bermimpi, saya membayangkan jika keamanan negara, dalam hal ini TNI-Polri mewajibkan seluruh prajurit untuk menguasai pencak silat," ucap Ketua Umum Pagar Nusa NU ini. 

 

Pada era 1990-an, menurut Nabil, perguruan-perguruan silat pernah diundang oleh Panglima ABRI untuk mengajari anggotanya berlatih pencak silat. Hal itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi perguruan pencak silat Indonesia. Namun, kata dia, setelah berganti pimpinan berganti pula selera seni bela dirinya. 

 

"Buat saya tidak ada masalah orang ingin menguasai karate, ingin menguasai taekwondo, ingin menguasai bela diri apapun, tidak ada masalah. Namun, jika mengaku orang Indonesia maka dia harus menguasai pencak silat dulu," kata Gus Nabil.  

 

"Kalau kita orang Indonesia tidak bangga dengan bela diri asli kita, maka jangan heran kalau disalip negara lain," jelas dia.  

 

Karena itu, tambah dia, pemerintah dan masyarakat Indonesia harus mendukung IPSI untuk lebih membumikan pencak silat di tengah-tengah masyarakat. 

 

"Maka menjadi sangat penting dukungan dari pemerintah, dukungan dari seluruh umat, dari masyarakat bagaimana kita juga bisa memasyarakatkan pencak silat dan mempertahankan kualitas kita, kualitas pendekarnya, pesilat-pesilat," kata Gus Nabil.     

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA