Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

Pengacara AS Bebas dari Penahanan di UEA

Sabtu 13 Aug 2022 18:15 WIB

Red: Esthi Maharani

Pencucian Uang (Ilustrasi)

Pencucian Uang (Ilustrasi)

Foto: businesstm.com
Pengacara yang ditahan atas tuduhan pencucian uang itu akan kembali ke AS

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI - Pengacara Amerika Serikat (AS) Asim Ghafoor dilaporkan telah dibebaskan dari tahanan di Uni emirat Arab pada Jumat (12/8/2022) waktu setempat. Pengacara yang ditahan atas tuduhan pencucian uang itu juga dilaporkan akan kembali ke AS."Ghafoor dibebaskan setelah membayar denda," kata pengacaranya, Faisal Gill.

Kedutaan Besar AS di UEA membantu memfasilitasi pembebasannya. Pengadilan pada Rabu menguatkan vonis in absentia Ghafoor sebelumnya, memerintahkan dia untuk membayar denda tetapi mencabut hukuman penjara tiga tahun yang dijatuhkan pada Mei.

Warga AS yang tinggal di Virginia itu sedang transit melalui bandara Dubai pada 14 Juli ketika dia ditahan karena hukuman in absentia terkait pencucian uang dan penghindaran pajak yang mengikuti permintaan bantuan 2020 oleh otoritas AS. Departemen Kehakiman Abu Dhabi mengatakan, pengadilan juga telah menyita dana yang dipindahkan secara ilegal melalui negara tersebut.

Dia juga akan dideportasi. Al Mulla mengatakan, pengadilan menyita 18 juta dirham (4,9 juta dolar AS). Para pejabat AS belum mengkonfirmasi permintaan bantuan tersebut, namun mengatakan bahwa penangkapan itu tidak dilakukan atas permintaan Washington.

Laporan media di AS mengatakan, Ghafoor di masa lalu berada di bawah pengawasan AS karena bekerja mewakili Muslim Amerika dalam kasus hak-hak sipil. Pengadilan in-absentia dan penahanannya bulan lalu telah menuai kritik dari kelompok hak asasi dan beberapa anggota Kongres.

Pendukung Ghafoor mengatakan dia telah ditolak proses hukumnya dan tidak mengetahui tuduhan sebelum ditahan. Beberapa juga menilai penangkapan itu dapat bermotivasi politik, mengutip hubungannya dengan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi, yang dibunuh oleh agen-agen Saudi di Turki pada 2018, dan bekerja dengan kelompok-kelompok hak asasi yang kritis terhadap UEA.

Intelijen AS mengatakan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman menyetujui operasi di mana Khashoggi terbunuh. Pangeran membantah terlibat. Arab Saudi dan UEA adalah sekutu dekat. Pejabat UEA telah berulang kali mengatakan kasus terhadap Ghafoor benar-benar tentang kejahatan keuangan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA