Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

Gelombang Panas Picu Kebakaran di Portugal dan Kekeringan di Inggris

Sabtu 13 Aug 2022 12:59 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Muhammad Hafil

 Foto ini disediakan Kamis 14 Juli 2022 oleh pemadam kebakaran wilayah Gironde (SDIS33) menunjukkan kebakaran hutan di dekat Landiras, Prancis barat daya, Rabu, 13 Juli 2022. Serentetan kebakaran hutan menghanguskan beberapa bagian Eropa, dengan petugas pemadam kebakaran berjuang melawan api di Portugal, Spanyol, dan Prancis selatan. Di Prancis, dua kebakaran berkobar di luar kendali di wilayah sekitar Bordeaux di barat daya Prancis selama tiga hari berturut-turut, meskipun ada upaya 1.000 petugas pemadam kebakaran dan pesawat penampung air untuk menahannya.

Foto ini disediakan Kamis 14 Juli 2022 oleh pemadam kebakaran wilayah Gironde (SDIS33) menunjukkan kebakaran hutan di dekat Landiras, Prancis barat daya, Rabu, 13 Juli 2022. Serentetan kebakaran hutan menghanguskan beberapa bagian Eropa, dengan petugas pemadam kebakaran berjuang melawan api di Portugal, Spanyol, dan Prancis selatan. Di Prancis, dua kebakaran berkobar di luar kendali di wilayah sekitar Bordeaux di barat daya Prancis selama tiga hari berturut-turut, meskipun ada upaya 1.000 petugas pemadam kebakaran dan pesawat penampung air untuk menahannya.

Foto: AP/Service Communication-Protocole
Kebakaran hutan di Portugal tengah memasuki hari ketujuh.

REPUBLIKA.CO.ID,LISBON -- Kebakaran hutan di Portugal tengah memasuki hari ketujuh pada, Sabtu (13/8/2022). Sekitar 1.600 pemadam kebakaran dan 13 pesawat bom air dikerahkan untuk menjinakan api. Satu pesawat dikirimkan dari Spanyol.

Kebakaran ini menghanguskan sekitar 15 persen taman nasional Estrela. Setelah menyala di Covilha, api menyebar ke beberapa pemukiman sekitarnya. Menghanguskan sekitar 15 ribu hektar.

Baca Juga

Selain memicu kebakaran di Portugal dan Prancis, gelombang panas juga menurunkan permukaan air Sungai Rhine di Jerman. Operator pengiriman barang dan broker mengatakan sejumlah kapal tidak bisa berlayar di atasnya.

Gelombang panas juga memukul keras Inggris. Pemerintah meresmikan kekeringan di Inggris timur, selatan dan tengah selama masa panas dan kering sepanjang musim panas.

Inggris mengalami kekeringan terparah pada bulan Juli sejak 1935. Rata-rata curah hujan pada bulan ini hanya 35 persen. Di sebagian Inggris dan Wales tengah mengalami "panas ekstrem" selama empat hari.

"Semua perusahaan air sudah memastikan pada kami pasokan air esensial aman, dan kami telah menegaskan tugas utama mereka untuk menjaga pasokan itu," kata Menteri Perairan Steve Double usai rapat Kelompok Kekeringan Nasional.

Perusahaan-perusahaan air kini mulai menerapkan rencana yang sudah ditetapkan sebelum kekeringan untuk melindungi pasokan air. Pemerintah mengatakan anggota masyarakat dan bisnis yang terdampak kekeringan diminta untuk berhemat air.

Pada Jumat (12/8/2022) kemarin pemerintah perairan Yorkshire mengumumkan larangan penggunaan pipa air mulai 26 Agustus. Peraturan ini melarang konsumen menggunakan pipa air untuk mengairi taman, mencuci mobil atau mengisi kolam.

Prancis juga menerapkan kebijakan hemat air dan polisi air sudah memberikan denda. Media setempat melaporkan jacuzzi luar ruangan di wilayah wisata Vosges dirusak saat ketegangan akibat kelangkaan air mulai meningkat. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA