Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Dompet Dhuafa Atasi Kekeringan dan Masalah Air Bersih di Pacitan Melalui Sumur Wakaf

Jumat 12 Aug 2022 21:59 WIB

Rep: wilda fizriyani/ Red: Hiru Muhammad

Dompet Dhuafa melalui Wakaf mencoba mengatasi kekeringan dan sanitasi air bersih di pedalaman Pacitan, Jawa Timur (Jatim). Salah satu upayanya melalui peluncuran Wakaf Sumur Air Kehidupan di Dusun Ngasem, Desa Gembong, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jatim.

Dompet Dhuafa melalui Wakaf mencoba mengatasi kekeringan dan sanitasi air bersih di pedalaman Pacitan, Jawa Timur (Jatim). Salah satu upayanya melalui peluncuran Wakaf Sumur Air Kehidupan di Dusun Ngasem, Desa Gembong, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jatim.

Foto: istimewa
Sumber air bersih berhak digunakan siapa saja yang membutuhkan

REPUBLIKA.CO.ID, PACITAN -- Dompet Dhuafa melalui Wakaf mencoba mengatasi kekeringan dan sanitasi air bersih di pedalaman Pacitan, Jawa Timur (Jatim). Salah satu upayanya melalui peluncuran Wakaf Sumur Air Kehidupan di Dusun Ngasem, Desa Gembong, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jatim.

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jatim, Kholid Abdillah mengatakan, pihaknya bersama PT Bank Danamon Indonesia Tbk (PT BDI) mengamanahkan dana wakaf sebesar Rp296.648.000. Dana ini digunakan untuk pembangunan sumur wakaf di tiga titik wilayah Indonesia. Lokasi-lokasi yang maksud di antaranya Sumatera Utara, Jawa Tengah, dan Jatim. "Semua pembangunan sumur telah rampung dikerjakan. Bahkan, telah digunakan oleh warga di tiga lokasi tersebut," kata Kholid.

Baca Juga

Pada Kamis (11/8/2022), salah satu sumur wakaf diresmikan di Dusun Ngasem, Desa Gembong, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan. Peluncuran program tersebut ditandai dengan simbolisasi gunting pita bersama tokoh Dompet Dhuafa, Bang Sidik. Pada kegiatan tersebut, turut hadir Kepala Desa Gembong, Kepala Dusun Ngasem, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Timur, Senior Officer Pemberdayaan Pengembangan Wakaf Dompet Dhuafa, Head of Sustainability Finance PT BDI, serta warga Desa Gembong.

Kholid bersyukur program sumur wakaf bisa hadir dan diresmikan bersama di Pacitan, Jatim. Hal ini menunjukkan sumber air bersih berhak digunakan oleh warga Dusun Ngasem. Bahkan bisa digunakan siapa saja yang membutuhkan akses langsung air bersih di wilayah Desa Gembong. 

Senior Officer Pemberdayaan Pengembangan Wakaf Dompet Dhuafa, Irfan Ramdani menjelaskan, agenda ini sekaligus menjadi bentuk transparansi laporan dan realisasi dari program kerjasama penerimaan serta penyaluran wakaf uang. Kemudian juga termasuk salah satu ikhtiar mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs). Dalam hal ini untuk menjamin ketersediaan serta pengelolaan air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan untuk semua. 

Pada kesempatan sama, Sustainability Finance PT BDI Abdul Hadi mengungkapkan, kolaborasi kebaikan bersama Dompet Dhuafa khususnya untuk program wakaf sumur telah dilakukan sejak 2021. Pada tahap pertama, BDI mengamanahkan dana wakaf sebesar Rp165.555,50.

Menurut Abdul Hadi, kerja sama tersebut direalisasikan dalam dua tahap. Tahap pertama digulirkan dana wakaf untuk pengeboran sumur di Desa Watohari dan fasilitas MCK di Desa Menanga, Flores Timur, NTT. Program tersebut telah rampung pada 2021 bersama tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa. 

Lalu pada tahun ini, kata dia, ditunjukkan untuk mendorong siklus yang baik antara lingkungan dan ekonomi sebagai perusahaan induk. Melalui pilar lingkungan ini, pihaknya telah menggagas banyak program pelestarian lingkungan hidup berkelanjutan. Beberapa di antaranya seperti Zero Carbon Emission (solar panel), penanaman pohon mangrove, pembangunan taman kota serta program Air dan Sanitasi untuk Nusantara

Melihat manfaat kerja sama yang telah dilakukan pada tahap sebelumnya, PT BDI kembali melanjutkan sinergi. Salah satunya dengan melakukan penambahan lokasi titik sumur di area Sumatera dan Jawa. 

Menurut Abdul Hadi, program air dan sanitasi untuk Nusantara ini digagas dengan melihat Indonesia secara geografis memiliki iklim tropis. Lalu terdapat beberapa daerah mengalami musim kemarau yang cukup panjang sehingga terjadi kekeringan dan sulit mendapatkan air bersih. "Adanya program ini berupaya melakukan peningkatan kesehatan masyarakat di daerah,” ucap Abdul Hadi.

 

 

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA