Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

Bisakah Virus Cacar Monyet Menyebar Lewat Pakaian?

Ahad 14 Aug 2022 06:48 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Reiny Dwinanda

Foto yang dipasok CDC pada 1997 memperlihatkan kulit lengan kanan dan dada seorang pasien ditumbuhi lesi cacar monyet. Selama lesi masih ada, pasien cacar monyet masih bisa menularkan penyakitnya.

Foto yang dipasok CDC pada 1997 memperlihatkan kulit lengan kanan dan dada seorang pasien ditumbuhi lesi cacar monyet. Selama lesi masih ada, pasien cacar monyet masih bisa menularkan penyakitnya.

Foto: (CDC via AP)
Cacar monyet bisa menyebar pada siapa saja yang melakukan kontak erat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dengan kasus cacar monyet yang terus menyebar, banyak yang bertanya-tanya mengenai metode penyebaran virus tersebut. Beberapa hal yang kerap dipertanyakan publik termasuk apakah virus bisa menyebar lewat permukaan pakaian.

Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengatakan seseorang dapat tertular cacar monyet akibat menyentuh benda yang telah dipegang orang yang terinfeksi. Namun, para ahli mengatakan risiko penularan melalui permukaan benda sangat rendah.

Baca Juga

Profesor virologi medis Jonathan Ball menjelaskan bahwa cacar monyet membutuhkan kontak dekat untuk menyebar. Ilmuwan dari Universitas Nottingham, Inggris, itu mengatakan virus biasanya menyebar melalui kontak langsung dengan orang lain.

"Bisa juga menyebar melalui kontak dengan benda-benda yang sudah lama dekat dengan seseorang yang terinfeksi seperti pakaian dan tempat tidur. Namun, menyentuh benda yang juga telah disentuh oleh seseorang yang terinfeksi, misalnya gagang pintu, risikonya sangat rendah," ungkap Ball.

 

Sebuah studi baru-baru ini, yang diterbitkan di Lancet, menemukan bahwa virus menyebar sebagian besar melalui lesi dan bintik-bintik yang disebabkan oleh cacar monyet. Itu lebih mungkin jadi media penyebaran dibandingkan tetesan pernapasan saat seseorang batuk atau bersin.

Artinya, virus tidak menular melalui udara, berbeda dari Covid-19 yang menyebar ketika seseorang dengan virus batuk di dekat seseorang atau ke suatu objek. Saat ini, ada sekitar 30 ribu kasus cacar monyet dan sembilan kematian di seluruh dunia.

 

Virus paling sering menyebar melalui kontak seksual, tetapi tidak dikategorikan sebagai penyakit menular seksual. Untuk menjaga diri dan orang terdekat tetap aman, cara terbaik adalah memeriksa secara teratur adakah ruam di tubuh diri sendiri dan tubuh pasangan.

"Perlu juga memastikan Anda berdua merasa baik-baik saja secara umum, cacar monyet juga bisa muncul sebagai flu atau Covid-19," kata Alex Sparrowhawk yang merupakan dokter spesialis promosi kesehatan di badan amal kesehatan seksual Terrence Higgins Trust.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA