Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

Facebook Messenger Mulai Uji Enkripsi End-to-end

Jumat 12 Aug 2022 15:54 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Ani Nursalikah

Facebook messenger. Ilustrasi. Facebook Messenger Mulai Uji Enkripsi End-to-end

Facebook messenger. Ilustrasi. Facebook Messenger Mulai Uji Enkripsi End-to-end

Foto: News.co.au
Enkripsi End-to-end artinya Facebook tidak dapat melihat konten pesan penggunanya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Facebook mengumumkan telah mengaktifkan enkripsi end-to-end atau ujung ke ujung (E2EE) secara default di platform obrolan Messenger. Platform mulai menguji fitur tersebut pada sejumlah orang pekan ini.

Saat ini, Facebook menawarkan opsi kepada pengguna Messenger untuk mengaktifkan E2EE pada basis per-chat. Namun, opsi seperti itu umumnya hanya dianut oleh sebagian kecil pengguna yang sadar akan keamanan. Oleh karena itu, platform menjadikan end-to-end secara default yang menambahkan lapisan keamanan.

Baca Juga

Enkripsi ujung ke ujung artinya Facebook tidak dapat melihat konten pesan penggunanya dan pesan hanya dapat dilihat oleh pengguna. Ini membuat pihak ketiga seperti peretas atau penegak hukum lebih sulit untuk mengintip percakapan digital.

Dalam beberapa tahun terakhir, induk Facebook, Meta, perlahan-lahan menambahkan lebih banyak lapisan enkripsi ke berbagai platform obrolannya, tetapi upaya ini belum terwujud. Facebook telah dikritik karena tidak menjadikan E2EE default di Messenger, khususnya setelah pembalikan Roe v. Wade di Amerika Serikat saat jejak digital seperti obrolan aplikasi akan digunakan sebagai bukti dalam menuntut aborsi yang baru dikriminalisasi.

Sebelumnya, Facebook mengatakan lambat untuk menjadikan E2EE default di semua platform obrolannya karena sulitnya mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam aplikasi yang digunakan oleh miliaran orang. Dalam pembaruannya kali ini, perusahaan menegaskan kembali E2EE sebagai default untuk semua obrolan dan panggilan di Messenger pada tahun 2023.

Selain tes baru E2EE default, perusahaan juga mengumumkan fitur bernama secure storage atau penyimpanan aman yang akan mengenkripsi cadangan cloud dari riwayat obrolan pengguna di Messenger.

“Kami sedang menguji penyimpanan aman untuk mencadangkan pesan-pesan jika Anda kehilangan ponsel atau ingin memulihkan riwayat pesan Anda di perangkat baru yang didukung. Seperti halnya obrolan terenkripsi ujung ke ujung, penyimpanan aman berarti kami tidak akan memiliki akses ke pesan Anda, kecuali jika Anda memilih untuk melaporkannya kepada kami,” kata perusahaan, dikutip The Verge, Jumat (12/8/2022).

Untuk fitur baru lainnya yang sedang diuji di Messenger termasuk menyinkronkan pesan yang dihapus di seluruh perangkat, menguji kemampuan untuk membatalkan pengiriman pesan, dan menambahkan enkripsi ke pesan handsfree yang dikirim di Messenger menggunakan kacamata pintar Ray-Ban Stories perusahaan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA