Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

Komisi Perdagangan AS Pertimbangkan Atur Praktik Pengumpulan Data

Jumat 12 Aug 2022 10:40 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani

Ilustrasi data pribadi

Ilustrasi data pribadi

Foto: Pikist
FTC mempertimbangkan peraturan yang lebih baik dalam melindungi privasi warga AS.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Komisi Perdagangan Federal (FTC) Amerika Serikat (AS) mengatakan akan mempertimbangkan peraturan yang lebih baik dalam melindungi privasi warga AS. FTC juga ingin menetapkan peraturan agar dapat menindak perusahaan yang mengumpulkan informasi pribadi berlebihan tanpa pemahaman penuh konsumen.

FTC mengeluarkan notifikasi yang mengatakan mereka mempertimbangkan menulis peraturan untuk mengatasi celah dalam keamanan data dan pengawasan komersial yakni "bisnis mengumpulkan, menganalisis, dan mengambil keuntungan dari informasi mengenai masyarakat."  

FTC mengatakan perusahaan kerap mengumpulkan banyak informasi "hanya sedikit bagian yang konsumen dengan proaktif bagikan."

"Ketika masyarakat hendak membeli kebutuhan rumah, mengerjakan pekerjaan rumah, atau mengajukan asuransi mobil, misalnya, konsumen hari akan memberikan begitu banyak informasi pribadi tentang diri mereka pada perusahaan, seperti pergerakan, doa, teman, siklus menstruasi, penelusuran internet, dan wajah, di antara aspek-aspek dasar kehidupan mereka," kata FTC, Kamis (11/8/2022).

Komisioner FTC harus menyetujui keputusan ini untuk mengajukan peraturan baru dan kemudian diselesaikan melalui pemungutan suara disertai tanggapan dari masyarakat. Terdapat lima komisioner saat ini, tiga dari Partai Demokrat dan dua dari Republik.

"Saat ini bisnis mengumpulkan data pribadi individu dalam skala masif dan dalam berbagai konteks yang menakjubkan," kata Ketua FTC Lina Khan dari Partai Demokrat.

Dua orang Komisioner dari Partai Republik menentang rencana ini. Salah satunya, Noah Phillips mengatakan usulan itu terlalu luas dan cakupannya terlalu besar. Rekannya Christine Wilson mengatakan ia khawatir pihak yang menolak rancangan undang-undang privasi yang sedang diperdebatkan di Kongres akan menggunakan usulan FTC sebagai "alasan untuk menggagalkannya."

Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih Brian Deese memuji upaya tersebut. Ia mencatat pada Juni 2021 lalu Presiden Joe Biden meminta FTC mempertimbangkan mengadopsi peraturan privasi.

Reaksi atas usulan ini di Senat juga terpecah berdasarkan garis partai. Senator dari Partai Republik Marsha Blackburn menuduh FTC mencoba mendahului Kongres. Sementara Senator Partai Demokrat Richard Blumenthal mengatakan upaya FTC sangat penting karena perusahaan teknologi raksasa mengeksploitasi informasi privat warga AS, anti-bersaing, dan melanggar privasi data

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA