Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

Dokumen Communique Y20 Diharapkan Jadi Rekomendasi pada G20

Jumat 12 Aug 2022 02:31 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Perwakilan delegasi Y20 2022 menghadiri acara penutupan KTT Y20 Indonesia 2022. Dokumen Communiqu Y20 yang mengadopsi ide seluruh delegasi Y20 diharapkan mampu menjadi solusi konkret dan merumuskan rekomendasi dalam Leaders Declaration G20.

Perwakilan delegasi Y20 2022 menghadiri acara penutupan KTT Y20 Indonesia 2022. Dokumen Communiqu Y20 yang mengadopsi ide seluruh delegasi Y20 diharapkan mampu menjadi solusi konkret dan merumuskan rekomendasi dalam Leaders Declaration G20.

Foto: ANTARA/M Agung Rajasa
Dokumen Communique Y20 merangkum ketenagakerjaan dan transformasi digital

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dokumen Communiqu Y20 yang mengadopsi ide seluruh delegasi Y20 diharapkan mampu menjadi solusi konkret dan merumuskan rekomendasi dalam Leaders Declaration G20.

Harapan tersebut disampaikan tim Y20 Indonesia saat bertemu dengan Co-Sherpa G20 Indonesia Edi Prio Pambudi di Kantor Sekretariat Sherpa G20 Indonesia, Jakarta, Kamis.

"Kami menyambut baik hasil kerja keras teman-teman Y20 dengan telah diadopsinya Communiqu Y20 2022. Ini merupakan pencapaian luar biasa di tengah-tengah eskalasi tensi geopolitik di belahan lain dunia," kata Co-Sherpa Edi yang juga Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Internasional Kemenko Perekonomian.

Dalam audiensi tersebut, Delegasi Indonesia untuk Y20 2022 yang diwakili oleh Marcel Satria (Indonesian Delegate to Y20: Digital Transformation) dan Nashin Mahtani (Indonesian Delegate to Y20: Sustainable and Livable Planet) memaparkan hasil Communiqu Y20 2022.

Tim Y20 Indonesia meminta dukungan agar dokumen tersebut bisa menjadi solusi konkret dari empat fokus utama pada Forum Youth 20 (Y20) yakni ketenagakerjaan pemuda, transformasi digital, planet yang berkelanjutan dan layak huni, serta keberagaman dan inklusi. Selain juga menjadi salah satu rumusan rekomendasi dalam Leaders Declaration G20.

Marcel mengawali presentasi dengan permohonan dukungan kepada G20 Leaders untuk turut mengadopsi komitmen-komitmen yang berkaitan dengan kesehatan global, seperti mendorong pengumpulan data kesehatan yang diinformasikan secara aktif dan adil, sebagai bentuk transparansi. Kemudian, Nashin meminta para Pemimpin G20 dapat menghilangkan bias sistemik dalam perawatan sektor kesehatan.

Co-Sherpa Edi mengatakan bahwa suara kaum muda perlu didengar dan akan diperjuangkan agar bisa masuk dalam salah satu rekomendasi kebijakan Leaders? Declaration pada November 2022 mendatang.

"Saya ucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya Y20 Summit di Jakarta dan Bandung pada Juli 2022 lalu," ucap dia.

Lebih lanjut tim Y20 juga menjelaskan bahwa setiap pertemuan pre-summit tidak hanya dihadiri oleh delegasi negara G20, tetapi juga oleh observer dari organisasi internasional, negara undangan, dan komunitas-komunitas tertentu, seperti indigenous people, local communities, refugee, dan person with disability.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA