Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Musisi Dinilai Perlu Adopsi Teknologi Digital untuk Bertahan

Kamis 11 Aug 2022 20:56 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Reiny Dwinanda

Musisi Faiz Novascotia Saripudin berbagi cerita tentang proses kreatif bermusik di Resso Coaching Clinic. Ia menyebut teknologi digital telah memudahkannya dalam membuat dan memproduksi lagu. Ia menyebut teknologi digital telah memudahkannya dalam membuat dan memproduksi lagu.

Musisi Faiz Novascotia Saripudin berbagi cerita tentang proses kreatif bermusik di Resso Coaching Clinic. Ia menyebut teknologi digital telah memudahkannya dalam membuat dan memproduksi lagu. Ia menyebut teknologi digital telah memudahkannya dalam membuat dan memproduksi lagu.

Foto: Dok Resso Indonesia
Kehadiran berbagai platform digital harus dimanfaatkan secara optimal oleh musisi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Akselerasi dan transformasi digital telah mengubah cara orang, termasuk para pelaku industri musik, dalam melakukan pekerjaan, layanan, atau usaha. Adopsi teknologi digital pun menjadi sebuah keniscayaan dalam cara mengakses musik.

Pada awalnya, di era analog, akses mendengarkan musik dimungkinkan melalui medium yang berwujud fisik seperti piringan hitam, kaset, dan compact disc. Cara ini kemudian berubah secara perlahan di era Internet of Things (IOT).

Baca Juga

Musik mulai dapat diakses secara digital melalui komputer, baik audio maupun audio-visual. Hingga akhirnya, hari ini musik dapat dinikmati melalui streaming secara digital. Akan tetapi, perubahan di industri musik akibat kemajuan teknologi digital harus disikapi dengan bijak.

Para pelaku industri harus belajar dan memahami memanfaatkan teknologi digital untuk membuat musik, memproduksi, mempromosikan, mendistribusikan, dan menghasilkan uang dari karyanya. Adaptasi harus dilakukan agar dapat terus bertahan hidup.

Selain itu, pemanfaatan potensi teknologi digital ternyata masih terbatas pada para pelaku industri musik di kota-kota besar saja, terutama di Jawa dan Bali. Kesenjangan pengetahuan dan pemahaman tentang teknologi digital, keinginan untuk melakukan perubahan, serta minimnya infrastruktur digital masih dirasakan di banyak daerah di Indonesia.

Chief Digital Officer Demajors, Aldo Sianturi, mengalami proses transisi dari era musik fisik ke digital. Dia mengakui proses itu membawa pengaruh besar di dunia musik.

Menurut Aldo, teknologi ada untuk mendukung dan memudahkan kebutuhan sehari-hari manusia. Oleh karenanya, kehadiran berbagai platform digital harus dimanfaatkan secara optimal oleh musisi untuk menjangkau pendengar di Indonesia, Asia, dan global. Tidak dapat dimungkiri bahwa cara menikmati musik di era digital sekarang sudah lumrah.

"Namun, akan selalu ada musisi dan pendengar yang tetap memproduksi dan mengakses musik melalui cara-cara lama maka diperlukan strategi yang tepat bagi musisi agar karyanya tersedia di semua market, baik secara fisik maupun digital," kata Aldo pada acara "Breakfast with Resso (BwR)", dikutip Kamis (11/8/2022).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA