Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

KIB Pilih Capres yang tak Jadi Faktor Pemecah Belah

Kamis 11 Aug 2022 19:55 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Bilal Ramadhan

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah), Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan (kanan), dan Ketua Umum DPP PPP Suharso Monoarfa (kiri) bertumpu tangan bersama usai melakukan Pendaftaran Partai Politik Calon Peserta Pemilu tahun 2024 di Gedung KPU, Jakarta, Rabu (10/8/2022). Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terdiri dari Partai Golkar, PAN dan PPP telah resmi mendaftar sebagai calon peserta Pemilu 2024 ke KPU. Prayogi/Republika

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah), Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan (kanan), dan Ketua Umum DPP PPP Suharso Monoarfa (kiri) bertumpu tangan bersama usai melakukan Pendaftaran Partai Politik Calon Peserta Pemilu tahun 2024 di Gedung KPU, Jakarta, Rabu (10/8/2022). Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terdiri dari Partai Golkar, PAN dan PPP telah resmi mendaftar sebagai calon peserta Pemilu 2024 ke KPU. Prayogi/Republika

Foto: Prayogi/Republika.
Waketum PAN Viva Yoga sebut KIB memilih capres yang tak jadi faktor pemecah belah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terdiri dari Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) disebut tak terburu-buru dalam menentukan calon presiden (capres). KIB disebut akan mengusung sosok tak memecah-belah.

"KIB ini santai saja, tidak akan menjadi faktor pemecah belah siapapun yang nanti akan diusung pasangan calon untuk didaftarakan di KPU nanti," ujar Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi dalam sebuah diskusi daring, Kamis (11/8/2022).

Baca Juga

Ia menjelaskan, KIB memprioritaskan kader dari Partai Golkar, PAN, dan PPP untuk diusung sebagai capres. Adapun penunjukannya nanti, tidak dilakukan lewat mekanisme pemungutan suara atau voting.

"Di KIB itu akan ditetapkan secara musyawarah, aklamasi, tidak voting, dan penentuannya itu siapa yang akan ditetapkan nanti tidak menjadi faktor pemecah belah koalisi," ujar Viva.

Terbaru, Koalisi Indonesia Bersatu akan menggelar pertemuan pada 14 Agustus mendatang di Surabaya, Jawa Timur. Forum tersebut akan menjadi ajang Partai Golkar, PAN, dan PPP untuk menyampaikan gagasannya ke masyarakat.

"Kita sudah akan disatukan oleh sebuah platform yang jelas, nanti hari tanggal 14 setelah PKB dan Gerindra deklarasi, nanti kita juga ada acara KIB di Surabaya. KIB itu rencananya akan terus melakukan konsolidasi ke-34 provinsi," ujar Viva.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pertemuan di Surabaya nanti tidak akan membahas capres yang akan diusung KIB. Menteri Koordinator Perekonomian ini melanjutkan, pertemuan itu akan membahas visi dan misi koalisi yang akan ditawarkan ke masyarakat.

"Itu (capres) chapter berikutnya ketika sudah menjelang akhir, deklarasi capres chapter terakhir," kata Airlangga.

Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfa mengungkapkan bahwa agenda di Surabaya merupakan kegiatan internal koalisi. Namun, dia mengatakan bahwa KIB hingga saat ini masih terbuka apabila masih ada partai politik yang ingin bergabung.

"Kemungkinan partai yang datang ada yang hadir nanti kita lihat pada tanggal 14, tanggal 14 kita lihat di Surabaya," kata Suharso.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA