Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

Mendag akan Lepas 1.200 Ton Minyak Goreng ke Maluku-Papua Sore Ini

Kamis 11 Aug 2022 12:16 WIB

Red: Nidia Zuraya

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (kanan) mengamati minyak goreng kemasan saat berkunjung ke gudang produksi minyak goreng (ilustrasi). Kementerian Perdagangan (Kemendag) berencana mengirimkan 3.000 ton minyak goreng ke wilayah Papua dan Maluku.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (kanan) mengamati minyak goreng kemasan saat berkunjung ke gudang produksi minyak goreng (ilustrasi). Kementerian Perdagangan (Kemendag) berencana mengirimkan 3.000 ton minyak goreng ke wilayah Papua dan Maluku.

Foto: ANTARA/Muhammad Arif Pribadi
Kemendag berencana mengirimkan 3.000 ton minyak goreng ke Maluku dan Papua.

REPUBLIKA.CO.ID, KULON PROGO -- Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan akan melepas pengiriman minyak goreng curah ke Maluku dan Papua sebanyak 1.200 ton pada hari ini supaya harga sama seperti wilayah lain di Indonesia. "Nanti sore akan melepas 1.200 ton ke wilayah timur untuk Maluku-Papua karena harga minyak di Papua juga harus Rp14 ribu," kata Mendag Zulkifli Hasan usai meninjau harga kebutuhan pangan di Pasar Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (11/8/2022).

Ia mengatakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) berencana mengirimkan 3.000 ton dan tahap pertama 1.200 ton. "Sebanyak 3.000 ton yang akan kita kirim ke Maluku dan Papua Barat dengan harga Rp14.000 per liter," kata Mendag Zulkifli Hasan.

Baca Juga

Mendag juga memastikan pasokan minyak goreng di Indonesia aman. Ia tidak ingin kejadian kenaikan harga minyak goreng beberapa waktu lalu terulang kembali.

"Pengalaman buruk kemarin enggak boleh terulang lagi. Oleh karena itu, pelaku di sektor minyak ini CPO sudah ganti 3,4 juta ton untuk minyak curah dan minyak kita kemas sederhana itu sudah dijamin," kata Mendag.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA