Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

Ancelotti Persiapkan Putranya Jadi Penerus di Kursi Pelatih

Kamis 11 Aug 2022 12:08 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Israr Itah

Carlo Ancelotti (kanan) bersama asisten yang juga anaknya Davide Ancelotti.

Carlo Ancelotti (kanan) bersama asisten yang juga anaknya Davide Ancelotti.

Foto: EPA-EFE/Ballesteros
Davide Ancelotti menjadi asisten Carlo Ancelotti sejak Januari 2012.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti mempersiapkan putranya Davide Ancelotti untuk sebuah target besar. Pada titik tertentu, Don Carlo ingin melihat Davide berada di posisinya sebagai pelatih.

Sang ayah melanjutkan catatan impresif dalam kariernya. Ia baru saja membawa El Real menjuarai Piala Super Eropa 2022. Madrid yang berstatus jawara Liga Champions musim lalu, bertemu Eintracht Frankfurt selaku kampiun Liga Europa. Los Blancos unggul dua gol tanpa balas atas Frankfurt di Stadion Olimpiade Helsinki, Finlandia, Kamis (11/8/2022) dini hari WIB. 
 
Selain berjaya di Benua Biru, beberapa bulan lalu, Los Blancos juga finis di posisi teratas klasemen akhir La Liga Spanyol. Sinar Don Carlo semakin benderang. Tentu, ia tidak bekerja sendiri. Ia ditemani sejumlah sosok yang menjadi stafnya, termasuk Davide.
 
"Saat ini dia asisten, tentu saja dia akan menjadi pelatih juga pada masa depan," kata eks juru taktik Everton, Chelsea FC, Paris Saint Germain, dan AC Milan itu, dikutip dari Football Italia.
 
Ia menyukai gairah yang ditunjukkan anaknya. Saat beraktivitas di pelatihan, Davide, jelas Don Carlo, lebih banyak bekerja pada set piece. Ia memimpin pelatihan penggawa Madrid ketika mencoba mengeksekusi bola mati.
 
Dampaknya terlihat. Gol perdana Los Blancos ke gawang Frankfurt lahir dari sebuah sepak pojok. Kerja sama antara Toni Kroos, Casemiro, dan David Alaba membuat jala lawan bergetar. Masih banyak contoh lain tentang pentingnya memanfaatkan situasi bola mati.
 
Davide gagal mengikuti jejak ayahnya sebagai pemain. Ia sempat menimba ilmu di akademi Milan. Ia lalu dipinjamkan ke Borgomanero.
 
Pada 2009, ia memutuskan pensiun. Sebuah keputusan yang tepat. Jika tidak segera gantung sepatu, sosok yang kini berusia 33 tahun itu takkan kemana-mana. Ia lantas menekuni dunia kepelatihan.
 
Sejak Januari 2012, Davide menjadi bagian dari staf Don Carlo. Sepak terjangnya dimulai di PSG. Awalnya ia berstatus pelatih fisik Les Parisiens.
 
Lalu pada Juli 2013 ia memegang peran yang sama di Madrid. Tiga tahun berselang, ia mulai menjadi asisten Carlo. Ayah dan anak bekerja sama di Bayern Muenchen.
 
Keadaan ini berlanjut hingga di beberapa klub. Setelah Muenchen, Davide mendampingi Don Carlo di Napoli, Everton, dan kini El Real.
 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA