Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Menko Polhukam Minta Kejaksaan Miliki Konstruksi Hukum yang Kuat Tangani Kasus Brigadir J

Kamis 11 Aug 2022 00:30 WIB

Rep: Surya Dinata/ Red: Wisnu Aji Prasetiyo

Timsus Polri bersama personel Brimob dan tim Inafis saat melakukan penggeledahan di rumah mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jalan Duren Tiga Utara II, Jakarta Selatan, Selasa (9/8/2022). Penggeledahan tersebut dilakukan di rumah pribadi Ferdy Sambo yang digunakan untuk tempat tinggal ajudan guna melengkapi barang bukti dalam kasus kematian Brigadir J.

Foto: Republika/Thoudy Badai
EMBED
Pemerintah akan terus mengawal kasus Brigadir J hingga ke pengadilan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah melalui Kemenko Polhukam mendorong agar kejaksaan menyiapkan konstruksi hukum yang kuat dalam menangani kasus pembunuhan Nofriansyah Yoshua Hutabarat (Brigadir J).

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD mengatakan akan terus mengawal kasus tersebut hingga tingkat kejaksaan. Menurut Mahfud, kejaksaan harus menyiapkan konstruksi hukum agar ketika kasus tersebut dibawa ke pengadilan memiliki pendakwaan dan penuntutan yang sungguh-sungguh. Mahfud pun mendorong agar kejaksaan memilki semangat yang sama dengan Polri dalam menangani kasus tersebut. 

 

 

Video Editor | Wisnu Aji Prasetiyo

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA