Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Marvel Kembali Diterpa Isu Panas, Kini Datang dari Tim Efek Visualnya

Kamis 11 Aug 2022 03:37 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Qommarria Rostanti

Marvel kembali diterpa isu panas. Kini, giliran tim efek visual menuding Marvel dan Disney kurang transparan dengan kolaborator mereka. (ilustrasi)

Marvel kembali diterpa isu panas. Kini, giliran tim efek visual menuding Marvel dan Disney kurang transparan dengan kolaborator mereka. (ilustrasi)

Foto: Dok Marvel Studios
Tim efek visual Marvel dibuat panik oleh tanggal rilis Avengers: Endgame.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Tim efek visual (VFX) Marvel dibuat panik ketika melihat siaran pers mengenai tanggal perilisan film Avengers: Endgame yang dimajukan. Sebab, mereka tidak pernah diberitahu mengenai hal itu sebelumnya.

Menurut kabar dari laman Gizmodo, Disney dan Marvel kurang transparan dengan kolaborator mereka, dan itu semakin memburuk dari waktu ke waktu. Hal itu muncul di tengah banyaknya terpaan negatif tentang Marvel pada pekan terakhir ini. Seseorang yang mengaku bernama David, menjelaskan praktik yang mengganggu dalam industri dan kejutan yang datang dari perubahan tanggal rilis Avengers: Endgame.

Baca Juga

Tenggat waktu yang ketat bukanlah sesuatu yang tidak dapat ditangani oleh tim VFX. Tapi perubahan dan hambatan pada menit-menit terakhir untuk tanggal rilis, memaksa pekerja untuk mengerjakan proyek, mengubah apa yang sudah dilihat bersama dengan produk akhir film.

Seperti Doctor Strange yang sangat mementingkan efek dalam film, dan tim masih membuat perubahan pada film setelah dirilis secara resmi di Inggris. Padahal mereka menyadari bahwa proses Marvel terdiri dari pengeditan hingga saat-saat terakhir sebelum pemutaran perdana.

Namun, para pekerja tidak percaya bahwa mereka masih akan membuat perubahan pada adegan setelah penonton sudah menonton film di bioskop. Karyawan lainnya bernama Conrad, ingat betul saat mengerjakan Doctor Strange dan rilis anehnya di Inggris.

Lebih lanjut, Gizmodo mengatakan saat film tersebut ditayangkan perdana di Hong Kong pada 13 Oktober 2016, dan memulai debutnya di Inggris pada 25 Oktober 2016, film tersebut tidak menerima screening VFX terakhirnya hingga rilis di Amerika Serikat pada 28 Oktober 2016. Dengan semakin banyaknya permintaan Marvel untuk melakukan perubahan besar mendekati rilis, semua tim berada di bawah tekanan yang luar biasa.

Marvel Studios adalah salah satu perusahaan industri yang paling menonjol dan berpengaruh, dan perubahan signifikan dapat membuat mereka lebih baik jika MCU mulai memperlakukan dan membayar timnya dengan cukup. Marvel telah ditimpa banyak isu panas beberapa pekan terakhir tentang perlakuan mereka terhadap tim VFX.

Pertama, seorang seniman dari Spider-Man menyebut dirinya bekerja untuk perusahaan itu dan memiliki hubungan toxic. Kemudian, seorang lainnya berkata bahwa rekan setimnya banyak yang menangis karena tidak kuat.

“Saya memiliki orang-orang yang mengalami serangan kecemasan di telepon,” katanya. Tuduhan terbaru adalah dari tim Guardians of the Galaxy yang mengatakan adanya intimidasi dalam tubuh Marvel Studios.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA