Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

Orang Tua Terkejut dan Sedih Tahu Brigadir J Ditembak Atas Perintah Ferdy Sambo

Rabu 10 Aug 2022 14:40 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Anggota Brimob melakukan penjagaan di rumah pribadi mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo yang ditempati oleh ajudan dan sopirnya di Kompleks Polri Duren Tiga, Jalan Duren Tiga Utara II, Jakarta, Selasa (9/8/2022). Ayah Brigadir J sebut istrinya terkejut dan sedih tahu anaknya ditembak atas perintah Irjen Ferdy Sambo.

Anggota Brimob melakukan penjagaan di rumah pribadi mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo yang ditempati oleh ajudan dan sopirnya di Kompleks Polri Duren Tiga, Jalan Duren Tiga Utara II, Jakarta, Selasa (9/8/2022). Ayah Brigadir J sebut istrinya terkejut dan sedih tahu anaknya ditembak atas perintah Irjen Ferdy Sambo.

Foto: ANTARA/Galih Pradipta
Ayah Brigadir J sebut istrinya terkejut dan sedih tahu anaknya ditembak diperintah FS

REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI -- Ibu kandung Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J, Rosti Simanjuntak, terkejut mendengar keterangan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang mengatakan Yoshua ditembak atas perintah Irjen Polisi Ferdy Sambo.

Ayah Brigadir Yoshua, Samuel Hutabarat, di Jambi, Rabu (10/8/2022), mengatakan dia dan istrinya menonton keterangan resmi dari Kapolri melalui tayangan televisi di rumahnya, Selasa petang (9/8).

Baca Juga

"Istri saya setelah menonton keterangan resmi dari Mabes Polri bersama keluarga langsung terkejut mendengar tersangka baru mantan pimpinan almarhum Yoshua, Irjen Ferdy Sambo," kata Samuel.

Setelah Kapolri menjelaskan peran masing-masing para tersangka secara lebih mendalam, pihak keluarga Brigadir Yoshua semakin sedih karena ternyata peristiwa itu bukan tembak-menembak antara Yoshua dan tersangka Bharada Richard Eliezer atau Bharada E.

Rosti juga sempat menonton dan mendengar keterangan Kapolri bahwa anak kandungnya ditembak mati oleh rekannya, Bharada E, langsung terkejut. Samuel mengatakan Rosti sebenarnya memiliki firasat kematian anaknya karena dibunuh. Namun, awalnya dia mendapat informasi bahwa Yoshua tewas setelah tembak-menembak dengan rekannya sesama anggota Polri.

Keluarga juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Polri, khususnya Kapolri dan Kabareskrim, yang berhasil mengungkap kasusnya serta masyarakat luas yang memanjatkan doa agar kasus ini cepat terungkap pelaku utamanya.

Pihak keluarga juga sangat berterima kasih kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD yang merespons berbagai keluhan keluarga Brigadir Yoshua saat mereka mendatangi Kantor Menkopolhukam di Jakarta beberapa waktu lalu.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA