Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Profil Prodi Sistem Informasi Universitas BSI Sebagai Software Engineer

Rabu 10 Aug 2022 14:25 WIB

Red: Gita Amanda

Dio Okta Rovelino merupakan mahasiswa Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Universitas BSI kampus Margonda, Depok yang berkuliah sembari kerja menjadi software engineer di salah satu perusahaan Cryptocurrency Indonesia.

Dio Okta Rovelino merupakan mahasiswa Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Universitas BSI kampus Margonda, Depok yang berkuliah sembari kerja menjadi software engineer di salah satu perusahaan Cryptocurrency Indonesia.

Foto: Universitas Bina Sarana Informatika
Jurusan Sistem Informasi menggabungkan ilmu komputer dengan manajemen dan bisnis

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Program Studi (prodi) Sistem Informasi, Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) menjadi salah satu jurusan yang paling diminati oleh mahasiswa. Pasalnya, jurusan ini menggabungkan ilmu komputer dengan manajemen dan bisnis, sehingga mahasiswa dibekali dengan kemampuan untuk merancang sistem yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Dio Okta Rovelino merupakan mahasiswa Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Universitas BSI kampus Margonda, Depok yang berkuliah sembari kerja menjadi software engineer di salah satu perusahaan Cryptocurrency Indonesia. Dalam kesehariannya menjadi seorang software engineer, Dio tak hanya mengembangkan software, namun juga mengerjakan architecture.

Baca Juga

“Golang, Typescript, Flutter & AWS menjadi makanan keseharian saya dalam bekerja. Alasanku memilih jurusan Sistem Informasi adalah hobiku dalam dunia koding. Banyak hal menarik yang aku pelajari selama berkuliah di Universitas BSI, salah satunya kita sebagai mahasiswa harus explore lebih jauh mengenai skill yang kita dapat dari kuliah,” ujarnya dalam keterangan pers, Senin (8/8).

Dio mengaku awalnya bukan berasal dari jurusan IT, bahkan saat SMK ia mengambil jurusan Perkantoran. Namun, ketertarikannya dalam dunia IT terutama koding, membuatnya belajar otodidak mulai dari SMP. Visual basic menjadi alat tempurnya untuk belajar koding pertama kali.

“Aku belajar coding itu otodidak dari SMP dengan menggunakan platform seperti FreeCode Camp, TraversyMedia, TheNetNinja dan dokumentasi resmi dari setiap bahasa yang aku pelajari. Lalu aku masuk kuliah di Universitas BSI, aku menguasai berbagai bahasa pemrograman seperti Golang, Typescript, Flutter & Kotlin. Namun, aku lebih menyukai Google stack seperti firebase, angular, google cloud, kubernetes, docker dan lainnya,” imbuhnya.

Kelebihan skill yang dimiliki Dio, membuatnya bercita-cita menjadi seorang startup founder. Bahkan, ia pernah membuat aplikasi dengan nama Kontrakin yang telah diluncurkan di playstore. Rencananya, banyak aplikasi yang ingin ia luncurkan kedepan, salah satunya startup Edutech. Dio juga membagikan tips bagaimana bisa menjadi software engineer dan skill apa saja yang harus dimiliki oleh mahasiswa.

“Software engineer itu kan untuk developer yang mampu memecahkan masalah menggunakan software. Terus seorang software engineer juga harus memiliki riset yang cukup baik, serta benar-benar fokus ke skill yang dimiliki. Misalnya ingin jadi mobile developer fokus saja belajar fluter, kotlin, swift dan lainnya, atau backend belajar golang, java, php, atau typescript,” tutup Dio.

Kata kunci: Sistem Informasi Koding

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA