Sunday, 10 Jumadil Awwal 1444 / 04 December 2022

Ratusan Personel Polisi Jaga Gedung Graha Persib Terkait Demo Bobotoh

Rabu 10 Aug 2022 13:40 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Ribuan Bobotoh memenuhi kantor manajemen Persib Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Rabu (10/8/2022).

Ribuan Bobotoh memenuhi kantor manajemen Persib Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Rabu (10/8/2022).

Foto: Republika/Hartifiany Praisra
Bobotoh meminta Persib mendepak Robert Rene Alberts dari kursi pelatih.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Ratusan personel polisi dari Polda Jawa Barat dan Polrestabes Bandung mulai dikerahkan untuk menjaga Gedung Graha Persib guna mengantisipasi aksi suporter Persib atau Bobotoh yang digelar Rabu (10/8/2022) siang ini. Adapun ratusan polisi itu datang sekitar pukul 10.30 WIB menggunakan sejumlah kendaraan pengangkut personel. 

Aksi Bobotoh yang mulai dilakukan pada jam 12.00 WIB itu untuk memprotes performa Persib yang dianggap buruk di awal musim Liga 1. "Ada sekitar 450 personel," kata Kapolsek Bandung Wetan Kompol Asep Saepudin di depan Gedung Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu.

Baca Juga

Para personel polisi itu mulai berjaga dan mempersiapkan sejumlah alat untuk melakukan pengamanan. Selain itu, polisi juga menyiapkan kendaraan taktis yang menjadi sumber suara untuk mengurai massa.

Meski begitu, arus lalu lintas di Jalan Sulanjana masih dibuka normal dan bisa dilalui masyarakat. Namun sementara ini warga yang ingin berkunjung ke Graha Persib, tidak bisa memarkirkan kendaraannya di halaman gedung karena ditutup oleh polisi.

Adapun Viking Persib Club (VPC) menyatakan bakal ada sekitar lima ribu orang yang melakukan aksi di Gedung Graha Persib. Humas Viking Persib Club Hendra Darmawan mengatakan ribuan orang yang akan datang itu berasal dari berbagai wilayah di Jawa Barat.

"Beberapa sudah menyewa bus untuk datang ke Bandung. Ada juga teman-teman dari Makassar, katanya sudah sampai di Jakarta," kata Hendra.Dalam surat pemberitahuan yang dilayangkan VPC ke Polrestabes Bandung, disebutkan ada dua tuntutan yang akan disampaikan pada aksi tersebut.

Dua tuntutan itu yakni meminta Pelatih Persib Robert Alberts untuk berhenti dari kursi pelatih, serta meminta panitia penyelenggara lokal untuk memperbaiki sistem tiket pada pertandingan Persib.

Robert sendiri diketahui telah resmi melepas posisinya sebagai pelatih Persib.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA