Rabu 10 Aug 2022 09:41 WIB

Saham 4 Bank Jumbo Anjlok, IHSG Dibuka Turun Pagi Ini

Saham 4 bank jumbo masing-masing terpangkas lebih dari 1 persen.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya
Karyawan berjalan di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta (ilustrasi). IHSG dibuka di zona merah pada perdagangan Rabu (10/8/2022). IHSG melemah ke level 7.073,38 setelah sembilan hari beruntun mengalami kenaikan.
Foto: ANTARA/Aprillio Akbar
Karyawan berjalan di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta (ilustrasi). IHSG dibuka di zona merah pada perdagangan Rabu (10/8/2022). IHSG melemah ke level 7.073,38 setelah sembilan hari beruntun mengalami kenaikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan Rabu (10/8/2022). IHSG melemah ke level 7.073,38 setelah sembilan hari beruntun mengalami kenaikan. 

Penurunan saham empat bank besar menjadi pemberat pergerakan IHSG di awal perdagangan. BBCA, BBRI, BMRI dan BBNI masing-masing terpangkas lebih dari 1 persen. 

Baca Juga

Selain itu, penurunan saham blue chip lainnya turut berkontribusi menyeret IHSG ke area negatif. TLKM jatuh 1,94 persen, ANTM anjlok 1,83 persen, serta ADMR terkoreksi 1,20 persen. 

Pelemahan IHSG juga sejalan dengan indeks utama Wall Street yang kompak memerah. Nasdaq jatuh 1,19 persen, S&P 500 melemah 0,42 persen dan DJIA turun 0,18 persen. 

"Indeks saham di Asia dibuka melemah mengikuti pergerakan turun indeks saham utama di Wall Street semalam yang di pimpin oleh Nasdaq," kata Phillip Sekuritas Indonesia dalam risetnya, Rabu (10/8/2022).

Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS (US Treasury Note) bertenor 10 tahun naik 2 bps menjadi 2,78 persen. Yield US Treasury bertenor 2 tahun tetap berada di atas yield US Treasury bertenor 10 tahun, bahkan hampir 50 bps.

Menurut Phillip Sekuritas Indonesia, investor mengambil sikap waspada menjelang rilis data inflasi (CPI) AS untuk bulan Juli nanti malam. Para pakar ekonomi memprediksi inflasi akan berada di 8,7 persen YoY, turun dari 9,1 persen YoY di bulan Juni. 

Inflasi inti (core CPI) diyakini masih akan naik dengan laju yang lebih cepat secara tahunan Year-on-Year. Data inflasi AS yang masih tinggi serta data Non-farm payrolls yang keluar melebihi ekspektasi memperbesar ekspektasi bank sentral AS akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 bps di bulan September

"Sehingga hal ini berpotensi menghalangi pergerakan naik indeks saham. Investor melihat adanya probabilitas 68,5 persen Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan di bulan September," kata Phillip Sekuritas Indonesia. 

Phillip Sekuritas Indonesia memproyeksi IHSG masih berpeluang melanjutkan kenaikan pada hari ini. Beberapa saham pun berpotensi menguat secara teknikal. 

BJBR

Short Term Trend   : Bullish

Medium Term Trend  : Bullish

Trade Buy          : 1400

Target Price 1     : 1480

Target Price 2     : 1525

Stop Loss          : 1330

ABMM

Short Term Trend   : Bullish

Medium Term Trend  : Bullish

Trade Buy          : 2480

Target Price 1     : 2690

Target Price 2     : 2840

Stop Loss          : 2270

LABA

Short Term Trend   : Bullish

Medium Term Trend  : Bullish

Trade Buy          : 151-153

Target Price 1     : 179

Target Price 2     : 193

Stop Loss          : 143

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement