Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Islam di Negeri Gajah Putih Thailand, Semakin Mendapat Ruang dan Peluang

Selasa 09 Aug 2022 21:44 WIB

Rep: Hasanul Rizqa/ Red: Nashih Nashrullah

Muslim Pattani Thailand selatan (ilustrasi). Islam di Thailand semakin mendapat pengakuan di level pemerintahan

Muslim Pattani Thailand selatan (ilustrasi). Islam di Thailand semakin mendapat pengakuan di level pemerintahan

Foto: REUTERS/Surapan Boonthanom
Islam di Thailand semakin mendapat pengakuan di level pemerintahan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Thailand barangkali menjadi negara yang paling unik di kawasan Asia Tenggara. Inilah satu-satunya negeri di kawasan tersebut yang tidak pernah dijajah bangsa Eropa. Meskipun demikian, pengaruh budaya Barat hingga kini menjadi bagian dari identitas kerajaan di Semenanjung Indocina itu. 

Secara demografis, Thailand berpenduduk sekitar 66 juta jiwa (Thailandometers, 2021). Kebanyakan masyarakat setempat berasal dari kelompok etnis Thai yang memeluk agama Buddha. 

Baca Juga

Tidak kurang dari 93 persen total populasi merupakan penganut ajaran tersebut. Bahkan, inilah negara dengan jumlah umat Buddha terbanyak kedua di dunia, yakni setelah Republik Rakyat Cina (RRC). 

Walaupun bukan mayoritas, kaum Muslimin merupakan komunitas agama terbesar kedua di Negeri Gajah Putih. Sekira 5 persen penduduk setempat menganut agama Islam. 

Umumnya, para pemeluk Islam marak dijumpai di provinsi-provinsi dengan jumlah Melayu yang signifikan. Misalnya, Provinsi Pattani, Yala, Satun, Narathiwat, dan sebagian Songkhla Chumphon. 

Menurut Imtiyaz Yusuf dalam artikelnya, Religious Diversity in a Buddhist Majority Country: The Case of Islam in Thailand, hubungan antarumat Islam dan Buddha di Thailand terjalin dengan semangat koeksistensi dan saling mengakomodasi. 

Di samping itu, setiap komunitas agama juga identik dengan suku-suku tertentu, yakni masingmasing Melayu dan Thai. Bagaimana mulanya syiar Islam masuk ke Thailand? Yusuf mengatakan, para sejarawan umumnya memiliki tiga jawaban atas pertanyaan tersebut. 

Pertama, Islam dibawa kaum pedagang dari Arab dan Gujarat pada abad ke-10 M. Pendapat kedua menyatakan, dakwah agama tauhid sampai ke Siamnama lama negara Thailand berkat pengaruh Kerajaan Malaka atau Samudra Pasai pada abad ke-15 M. 

Terakhir, ahli sejarah menduga, orang-orang Siam pertama yang memeluk Islam berasal antara lain dari para penganut Hindu yang merasa ajaran Alquran tentang monoteisme dan kesetaraan manusia membebaskan mereka dari sistem kasta. 

Kini, sekitar 80 persen umat Islam di Thailand bertempat tinggal di daerah selatan negeri tersebut. Wilayah itu berdekatan dengan Malaysia. Dalam sehari-hari, bahasa Melayu sering kali dipakai oleh mereka. 

Hingga 2004, konflik acap kali mewarnai daerah Thailand selatan. Bahkan, Bangkok sempat menetapkan status darurat militer di sana. Di sisi lain, langkah-langkah militeristik pemerintah pusat telah menimbulkan luka di hati kaum Muslimin setempat.     

sumber : Harian Republika
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA