Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

5 Hal yang Buat MU Masih Terpuruk Musim Ini

Selasa 09 Aug 2022 12:34 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah

Pelatih kepala Manchester United Erik ten Hag berbicara dengan para pemainnya selama pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Manchester United dan Brighton di stadion Old Trafford di Manchester, Inggris, Ahad, 7 Agustus 2022.

Pelatih kepala Manchester United Erik ten Hag berbicara dengan para pemainnya selama pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Manchester United dan Brighton di stadion Old Trafford di Manchester, Inggris, Ahad, 7 Agustus 2022.

Foto: AP/Dave Thompson
Kebijakan transfer MU dipertanyakan karena terkesan tak terencana.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejak ditinggal Alex Ferguson dari kursi pelatih, prestasi Manchester United (MU) belum beranjak membaik. Pelatih ataupun pemain silih berganti datang, tapi mereka belum dapat mengangkat harkat si Setan Merah. MU pun kini semakin sulit mendatangkan pemain bintang.

Kekalahan 1-2 dari Brighton and Hove Albion laga pembuka Liga Primer Inggris semakin membuat tim asuhan Erik Ten Hag menghkhawatirkan. Berikut ini lima penyebab yang bikin MU masih terpuruk pada musim panas ini, seperti dilansir dari Irish Examiner.

Baca Juga

Struktur baru, masalah tak berubah

Kepergian mantan wakil ketua eksekutif Ed Woodward yang berlarut-larut dipandang sebagai akhir dari sebuah kesalahan dan awal dari era baru. Tidak ada individu yang lebih disalahkan dalam kemerosotan posisi Sir Alex Ferguson selain Woodward dan penyerahannya kepada Richard Arnold dipandang harapan baru yang berani bagi klub.

Matt Judge, tangan kanan Woodward dan kepala negosiator transfer, juga mengundurkan diri dan dewan sepak bola klub, serta departemen kepanduan, menjalani perombakan total.

Jim Lawlor dan Marcel Bout adalah korban utama dari pergeseran di departemen scouting. Sementara John Murtough tampaknya telah melihat posisi direktur sepak bola diperkuat ketika Andy O'Boyle ditunjuk sebagai asistennya.  Mantan pemain Darren Fletcher tetap sebagai direktur teknis. 

Namun, sejauh ini tak ada perubahan berarti. MU justru kesulitan mendatangkan pemain bintang yang enggan absen di Liga Champions.

Kebijakan transfer buruk

Kebijakan transfer MU paling dikritik pada musim panas ini. MU gagal meyakinkan De Jong dan tampak tak punya rencana cadangan. MU kemudian secara mengejutkan dilaporkan mendekati Adrien Rabiot dan Marko Arnautovic setelah kekalahan pada pekan pertama Liga Primer Inggris dari Brighton.

Saingan MU, Manchester City dan Liverpool tampaknya memiliki masalah yang jauh lebih sedikit dalam menyelesaikan penandatanganan pemain baru.

Christian Eriksen terlihat langsung disukai oleh para penggemar MU. Bek kiri Tyrell Malacia menjanjikan, sementara bek Lisandro Martinez sangat dihormati di Ajax, meskipun hanya berpostur 179 cm.

Namun, ketiganya merupakan pilihan langsung pelatih Erik Ten Hag, pemain yang dikenalnya dari Belanda. Penggemar MU masih menunggu penandatanganan pemain baru yang berasal dari pendekatan manajemen klub.

"Beri dia kesempatan," kata legenda MU Roy Keane pada akhir pekan lalu. "Beri dia uang. Dia harus merekrut. Ada masalah di klub, ada lebih banyak protes dari para pendukung hari ini. Masalah besar besar di United."

Pembuangan Ralf Rangnick

Reputasi pelatih Jerman itu menurun setelah gagal membawa MU finis di empat besar. Namun Rangnick yang berbicara langsung membuat ia disayangi, setidaknya oleh sebagian pendukung MU karena penilaiannya yang jujur ​​​​tentang di mana letak masalah United.

Dia berbicara tentang klub yang membutuhkan "operasi jantung terbuka" merujuk kepada peliknya masalah dalam tim. Ia juga menyatakan, MU butuh merekrut pemain baru dalam satu atau dua jendela transfer berikutnya.

Rangnick seharusnya bertahan sebagai advisor. Namun Ten Hag menolak ide tersebut. Padahal dalam situasi saat ini, pengalaman Rangnick dalam scouting pemain mungkin dibutuhkan.

Kegagalan Ronaldo

Crustiano Ronaldo mengguncang internal klub karena meminta dijual. Ronaldo tak mau absen berlaga di Liga Champions. 

Manajemen MU tak melakukan langkah antisipatif dengan mempersiapkan pemain baru untuk mengisi tempat Ronaldo. Sebab dalam waktu dekat MU butuh penyerang berkualitas untuk menggantikan Ronaldo yang berusia 37 tahun, andai ia tetap bertahan.

Pendukung MU frustrasi pada pemilik klub dan pemain

Avram Glazer hadir untuk menyaksikan demonstrasi dari pendukung MU yang menentang keluarganya menguasai klub. Kegeraman terhadap keluarga Glazer di Old Trafford makin menjadi karena MU kalah dari Brighton.

Fred dan Scott McTominay menanggung beban kemarahan atas kekalahan United karena penampilan mereka. Namun pemain seperti Marcus Rashford, Jadon Sancho, Diogo Dalot, dan Harry Maguire juga tak kalah buruknya.

Beberapa pemain baru dan beberapa kemenangan dapat dengan cepat mengubah situasi ini dan bisa menyelamatkan keluarga Glazer dari cercaan pendukung MU.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA