Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Niam Ajak Agamawan Muda Bangun Kawasan ASEAN yang Religius

Senin 08 Aug 2022 23:42 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora RI Asrorun Niam Sholeh, menilai para agamawan muda punya peran bangun ASEAN damai

Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora RI Asrorun Niam Sholeh, menilai para agamawan muda punya peran bangun ASEAN damai

Foto: dokpri
Niam menilai para agamawan muda punya peran bangun ASEAN damai

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Deputi Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga, Asrorun Niam Sholeh mengajak para agamawan muda untuk terus membangun harmoni sosial dan meningkatkan kerja sama dalam mewujudkan kawasan ASEAN yang religius, toleran, moderat, dan penuh kebersamaan. 

Hal itu disampaikan Ketua Komisi Fatwa MUI ini saat memberi sambutan dan membuka secara resmi acara ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) Tahun 2022 di Jakarta, Senin (8/8/2022). 

Baca Juga

Kegiatan ini diselenggarakan secara luring di Jakarta dan Semarang pada 7 sampai dengan 11 Agustus 2022. 

“ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) adalah program penting dalam mempromosikan nilai-nilai toleransi, moderasi, dan saling menghormati dalam masyarakat kita yang beragam,” ujar Niam daalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Senin (8/8/2022). 

Dalam sambutannya, Niam berharap seluruh peserta AYIC dapat memperoleh pengalaman langsung interaksi antarumat beragama secara harmonis, penuh respek, dan toleransi. “Sehingga nantinya akan mampu menjadi agen pelopor moderasi dalam beragama di kawasan ASEAN,” ucap Niam.  

Niam melihat peran penting pemuda ASEAN dalam mewujudkan komunitas masyarakat Asia Tenggara yang harmonis dan saling menghormati, di tengah keberagaman dan perbedaan yang ada. 

“Tiga puluh empat persen penduduk ASEAN terdiri dari kaum muda, dan rekan-rekan adalah bagian dari itu. Sebagai pemuda ASEAN, anda memiliki peran dan tanggung jawab besar dalam menumbuhkan toleransi, harmoni, dan perdamaian di kawasan,” ucap Niam.

AYIC diharapkan dapat menjadi wahana penting untuk saling mengenal, lebih memahami satu sama lain, bertukar pikiran dan berkolaborasi untuk menciptakan komunitas yang harmonis. 

Akademisi UIN Syarif Hidayatullah ini berharap, persahabatan yang terjalin di antara agamawan muda peserta AYIC dapat menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan toleransi dan perdamaian di kawasan. 

“Melalui program ini, saya sangat berharap Anda dapat menjaga persahabatan dan jaringan yang kuat melalui penggunaan platform digital yang efektif untuk menciptakan generasi yang akan merangkul persatuan dalam keragaman dan menghargai toleransi beragama,” kata Niam.  

Kegiatan AYIC secara teknis diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui Deputi Bidang Pengembangan Pemuda, bekerja sama dengan Kemenko PMK, Kemlu, dan Kemenag RI. 

Kegiatan AYIC 2022 merupakan kegiatan yang keenam, pada 2017 dilaksanakan di Jombang, Jawa Timur, 2018 di Yogyakarta dan Bali,  pada 2019 di Jakarta dan Lombok serta pada 2020 dan 2021 dilaksanakan secara hybrid di Jakarta.  

AYIC merupakan implementasi ASEAN Declaration on Culture of Prevention for a Peaceful, Inclusive, Resilient, Healthy and Harmonious Society yang diinisiasi oleh Indonesia dan menjadi kegiatan tahunan ASEAN. 

Deklarasi ini menekankan pada pendekatan berbasis masyarakat (upstream approach), sehingga manfaat ASEAN dapat dirasakan di tataran akar rumput, serta dapat berkontribusi terhadap terciptanya perdamaian dan kestabilan kawasan.     

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA