Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

P2P Lending Doeku Catat Penyaluran Pinjaman Melonjak Rp 37 Miliar

Senin 08 Aug 2022 23:37 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

latform peer to peer lending, PT Doeku Peduli Indonesia diminati oleh beberapa institusi financial technology baik lokal maupun internasional untuk melakukan kolaborasi bisnis. Platform ini sudah berizin resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dimiliki 99 persen sahamnya oleh PT Hensel Davest Indonesia Tbk.

latform peer to peer lending, PT Doeku Peduli Indonesia diminati oleh beberapa institusi financial technology baik lokal maupun internasional untuk melakukan kolaborasi bisnis. Platform ini sudah berizin resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dimiliki 99 persen sahamnya oleh PT Hensel Davest Indonesia Tbk.

Foto: Republika
Doeku mencatat peningkatan pesat pinjaman dana modal kerja kepada UMKM

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Platform peer to peer lending, PT Doeku Peduli Indonesia diminati oleh beberapa institusi financial technology baik lokal maupun internasional untuk melakukan kolaborasi bisnis. Platform ini sudah berizin resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dimiliki 99 persen sahamnya oleh PT Hensel Davest Indonesia Tbk.

Direktur Doeku Peduli Indonesia, Hendra Dwisejoputro, mengatakan jika melakukan merger harus memilih partner yang memiliki jaringan internasional dan pengalaman advance technology, sehingga kedua perusahaan akan menghasilkan sinergi dengan kelebihan kekuatan masing-masing dan menambah laba, value perusahaan dan daya saing perusahaan.

Menurutnya sudah beberapa group perusahaan yang intens melakukan komunikasi. Di antaranya, salah satu perusahaan finansial terbesar dan terkemuka di Singapura, kemudian ada juga institusi finansial yang sahamnya sudah tercatat di papan bursa saham NASDAQ, dan salah satu perusahaan FMCG lokal terbesar.

"Saat ini kami masih mempertimbangkan beberapa aspek untuk memilih kolaborasi yang terbaik, dalam arti yang dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap pengembangan bisnis dan peningkatan value dari perusahaan kami, baik secara fundamental maupun jaringan bisnis yang kemungkinan bisa didapatkan Doeku, sebagai hasil apabila terjadi merger nantinya," ujarnya dalam keterangan tulis, Senin (8/8/2022).

Dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, Doeku juga berharap bisa mendapatkan partner yang memiliki visi yang sama. Hendra berharap pada masa yang akan datang, pihaknya ingin sekali mengembangkan Blockchain Technology. 

Blockchain Technology bisa memberikan solusi dengan mendukung skema pinjaman peer to peer (P2P) atau P2P Lending. Dalam mekanisme pinjaman ini, individu atau perusahaan dapat langsung meminjamkan uang kepada orang lain dan mendapatkan keuntungan dari bunga pinjaman.

“Hambatan berupa persyaratan yang rumit antara kedua belah pihak (peminjam dan pemberi pinjaman) dapat dikurangi, kemudian suku bunga bisa dikurangi sebisa mungkin karena proses yang lebih efisien,” ucapnya.

Menurutnya beberapa hal yang menarik dari teknologi blockchain yaitu dengan general ledger, yaitu kemampuan untuk mencatat detail transaksi. Blockchain mampu menyimpan kerahasiaan data dengan kemampuan menyembunyikan identitas peminjam maupun pemberi pinjaman. Blockchain juga memiliki tingkat keamanan yang tinggi, sehingga transaksi tidak dapat diubah oleh siapapun tanpa melalui persetujuan (konsensus).

"Dengan teknologi blockchain, peminjam bisa mudah meminjam tanpa proses yang berbelit-belit. Dari sisi pemberi pinjaman, mendapatkan jaminan pembayaran tepat waktu sehingga tidak was was dalam melakukan investasi sektor pinjaman online," ucapnya.

Saat ini Doeku mencatat peningkatan pesat dalam disbursement penyaluran pinjaman dana modal kerja kepada UMKM sebesar Rp 63.525.000.000 pada tahun buku Desember 2021 atau naik 13,2 persen dibandingkan dengan penyaluran pinjaman 2020 sebesar Rp 4.834.500.000.

Pada kuartal II 2022, disbursement modal kerja sebesar Rp 37.072.500.000 atau naik 58,3 persen. Kemudian laba kotor tahun buku 2021, Doeku mencatatkan peningkatan sebesar 25,8 persen sebesar Rp 7.849.011.908 dibandingkan dengan laba kotor tahun sebelumnya sebesar Rp 303.540.512. Sedangkan kuartal II 2022, laba kotor sebesar Rp 5.029.250.640. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA